Kakek Damian menatap Ara dengan tajam menungggu jawaban darinya. “A-Ara tidak punya pilihan Kek. Waktu itu Ara menikah dengan Mas Yudis karena waktu itu Ara kepepet.” “Kakek, di sini yang salah adalah aku. Jadi jangan terlalu keras dengan Ara. Yudis lakukan ini karena desakan dari Kakek juga kan. Toh Kakek yang membuat Yudis terpaksa melakukan ini!” sahut Yudis membuat Kakek Damian jadi semakin berang. “Kalau semua ini gara-gara aku. Baiklah, Kakek sudah menyiapkan keputusan.” Yudis dan Ara nampak terkejut mendengar ucapan Kakek Damian. Wajah mereka nampak pucat dan cemas. “Kakek tidak bisa maafkan dan tidak bisa menerima perbuatan kalian ini. Kalian berdua sudah mengecewakan Kakek!” seru Kakek Damian terlihat emosional. “Maaf Kakek. Aku potong ucapan Kakek. Mungkin Yudis memulai pe

