"VIP02 ... nah ini dia." Daffa berhenti sejenak sebelum dia mengetuk pintu ruangan itu, memantabkan niat dan hatinya agar bisa meyakinkan ibu dari gadis yang dia suka. Mengambil nafas dalam dan mengeluarkannya perlahan agar rasa grogi di hatinya sedikit berkurang. Tok! Tok! Tok! Ceklek, Handle pintu dia putar dan mendorongnya perlahan. Kemudian dia mulai masuk ke dalam ruangan bernuansa putih itu. Keningnya tampak berkerut karena tak menemukan siapa pun disana. Barang-barang di ruangan itu juga sudah tidak ada. Dan, ranjang yang kini tampak rapi dengan selimut terlipat di atas bantal. Menandakan jika ruangan itu memang sudah tak di tempati lagi. "Apa mungkin Jasmine dan ibunya sudah pulang," gumam Daffa. Tanpa menunggu lagi dia segera keluar dari kamar itu lalu berjalan menyusuri

