Waktu sudah menunjukkan pukul 12 kurang beberapa menit. Namun, sang surya masih tertutup oleh awan abu-abu gelap yang tampak menahan beban berat yang siap untuk di tumpahkan segala isinya. Padahal sudah sejak satu jam yang lalu isinya mulai di sebar ke beberapa tempat, bahkan di tiap sudut halaman luas gedung berlantai 10 tempat Daffa tinggal itu sudah terdapat genangan-genangan air yang lumayan besar. Di dalam gedung, tepatnya kamar nomor 203, tampak Daffa masih bergelud dengan selimut tebalnya. Hari ini dia memang sengaja tidak pergi ke kafe dan mempercayakan semuanya kepada Jery. Ya, sejak pertemuannya dengan Zava kemaren yang mengajaknya untuk bekerja sama memisahkan Roy dan Jasmine, Daffa di buat berpikir keras. Bimbang, sejujurnya dia ingin menyetujui usulan Zava. Namun, di sisi la

