RAKA POV.
aku sudah tidak kaget dengan perjodohan yang diajukan mama, saat aku masih kuliah di Singapura dia sudah mengatakan akan menjodohkan ku dengan anak sahabatnya, aku bahkan sudah tau siapa wanita yang akan jadi calon istriku nanti, aku tak mengelak dan menurut saja, aku tidak ingin berdebat, aku yakin pilihan orang tua ku pasti yang terbaik, apakah aku tidak punya wanita yang aku sukai? tentu saja ada, bisa di bilang aku memiliki banyak mantan pacar saat kuliah, bahkan saat aku di kirim ke jepang untuk urusan pekerjaan aku juga memiliki pacar disana, aku hanya mencoba menghibur diriku sebelum perjodohan itu benar-benar terlaksana.. sampai akhirnya aku kembali ke indo untuk urusan pekerjaan juga, aku bertemu dengan wanita itu, ya wanita yang di jodohkan mama untuk ku, namanya rianty,dia bekerja satu perusahan dengan ku, cantik, putih,tinggi, rambut hitam berponi, hidung mancung, bibir sedikit tebal, dengan mata yang indah,mungkin ini takdir agar aku bisa lebih dekat dengan calon istriku.
aku menjalani hari ku di perusahan seperti pegawai pada umumnya, aku mencoba mendekati nya dan akhirnya kita berteman, dan tentu saja aku merahasiakan tentang perjodohan kita.. selain cantik dia juga baik dan ramah poin plus lagi untuknya, sampai pada saat aku di kenalkan dengan sahabat dekatnya di kantor namanya Alice, aku terpana jantung ku berdetak begitu kencang, cantik, ya Alice sangat cantik, wanita pertama yang membuatku gugup dan salah tingkah, aku sempat melupakan rianty sebagai calon istriku dan aku bertekad akan mengejar Alice, hari demi hari kami menjadi lebih dekat, aku, Alice dan rianty, kami bersahabat baik, aku selalu mencari apakah ada sedikit rasa cinta untuk ku di mata Alice? nope!, tidak ada, dia benar-benar menganggap ku sebagai sahabat baiknya, akupun menyerah aku akan tetap menyembunyikan perasaanku untuk Alice, masih bisa berada didekatnya sebagai sahabat adalah pilihan terbaik, aku mulai fokus kepada calon istriku rianty, karena mama sudah mulai ingin mempertemukan kami, apakah aku tidak menyukai rianty? tentu saja aku menyukainya karena Dy sahabat baik ku, aku hanya perlu menambahkan cinta untuknya dan semuanya akan baik-baik saja. karena kami akan bertemu ada baiknya aku memberitahu Alice dan Calvin tentang perjodohan ini..
flash back...
" pagi beautiful " sapa Raka kepada Alice.
" pagi pak Raka" jawab Alice dengan senyum manisnya seperti biasa..
"tumben banget panggil aku pak?" protes Raka
" lihatlah kita dikantor, bukan di club jadi aku harus panggil kamu pak Raka" ucap Alice penuh penekanan..
" oke terserah kamu aja, Oia Calvin udah sampai kantor belum?" tanya Raka
" udah baru aja" jawab Alice singkat.
"ya udah, aku keruangan pak bos dlu ya sayang" ledek Raka
"sayang, kepalamu peyang" ketus Alice sambil melempar map ke arah Raka yang sudah berlari meninggalkannya..
**tok.tok...
ceklek**...
"pagi pak bos" sapa Raka
"pagi" jawab Calvin datar..
"ada masalah dengan ank cabang perusahaan di Jepang, proyek besar yg kita ajukan ke Handoko corp tiba-tiba di hentikan, mereka akan menadatangani kerjasama itu kalo kamu sendiri yang menemui mereka".
Calvin diam sejenak dan tenggelam dalam pikirannya..
"dia selalu mencari Masalah denganku, aku akan kasih pelajaran kali ini, oke, Minggu depan kita temui mereka suruh Alice menyiapkan berkas-berkas yang di perlukan".
"ada lagi, hmmm" Raka ragu.
"apa lagi? kenapa kau terlihat gelisah?" tanya Calvin.
" aku di jodohkan dengan rianty"
"jadi?" tanya calvin datar sambil mengutak Atik komputernya,seakan tidak peduli..
" aku harus memberi tahu Alice, aku butuh dukungan kalian berdua aku takut, jika ada hal buruk yang terjadi nanti".. ucap Raka penuh harap..
tanpa di sadari ternyata Alice sudah ada di dalam ruangan Calvin, karena Raka tak menutupnya Alice pun masuk begitu saja dan mendengar semua percakapan Raka dan Calvin.. Alice hanya diam mematung masih tak percaya dengan apa yang ia dengar.
Raka pun menceritakan semuanya ke Calvin dan Alice.. dari situlah Alice tau siapa cowok yang akan di jodohkan dengan rianty.
hari yang di tunggu-tunggu pun tiba, Alice terlihat sibuk mempersiapkan dirinya untuk pergi bersama bos tampannya itu. iya memakai dress putih selutut, model bahu Sabrina dan aksen tali yang melingkar di leher mulusnya, makeup natural, rambut terurai dengan sedikit Curly di bagian bawahnya, Alice selalu cantik memakai apapun yang ia kenakan.
bel apartemen nya pun berbunyi, ia bergegas membuka pintu, terlihat sosok pria yang amat sempurna, pria itu memakai kaos polo berwarna senada dengan dress yang Alice kenakan, tubuh atletis nya tercetak sempurna menambah kesan sexy, wangi maskulin yang memabukan, rambut yang rapih, tak lupa dengan kacamata hitamnya, Alice mematung terpesona.
"apa kau sudah siap?," tanya Calvin membuyarkan lamunan Alice..
"ya, kita bisa berangkat sekarang" jawab Alice langsung bergegas mengambil tas nya..
Calvin melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, sesekali ia melirik Alice yang berada di samping nya, Alice yang begitu cantik dan sexy, ia pun sadar memakai warna yang sama dengan dress Alice..
" kita akan pergi kemana?" menoleh ke Calvin
"pantai" jawab Calvin.
" sepertinya kita memakai warna baju yang sama" ungkap Alice malu-malu..
"mungkin kita berjodoh, lihat tanpa janjian pun kita punya pemikiran yang sama" ucap calvin bangga..
"hmmm" Alice hanya berdehem tersipu sambil mengangkat kedua alisnya...
mereka sampai di tempat tujuan, Alice yang merasa ada yang aneh dengan pantai itu, kenapa pantai ini begitu sepi, kemana semua orang-orang? ... batin Alice.. ia pun memberanikan diri bertanya kepada Calvin.
"apa tidak ada yang berkunjung ke pantai ini selain kita? rasanya itu hal tidak mungkin?"
"kenapa tidak, aku sudah menyewa pantai ini hanya untuk kita berdua" Calvin mengatakan itu dengan santai, merangkul pinggang alice dan berjalan di pinggir pantai..
dasar orang kaya,, oceh Alice dalam hati.
Alice dan Calvin terlihat santai merebahkan diri memanjakan pikiran melupakan hingar bingar kota Jakarta yang ramai, menatap sunset dengan warna yang indah, Calvin menggenggam tangan alice.
malam pun tiba, apakah hari ini akan berlalu begitu saja? hanya dengan melihat pantai dan bermain air sebentar? tentu saja tidak hal yang utama baru akan terlaksanakan, Calvin sudah menyiapkan makan malam romantis di bibir pantai..
" apa kau lapar?" tanya Calvin
"iyaa" jawab Alice
"aku sudah menyiapkan makan malam terindah untuk mu" sambil menuntun tangan alis menuju meja makan yang sudah di siapkan para pelayan, dari kejauhan terlihat lilin di bawah meja yang begitu banyak, semakin dekat semakin terlihat lilin-liin itu di hiasi kelopak bunga dipinggir nya, tepat di hadapan lilin itu ternyata membentuk tulisan "Will you marry me?"..
Alice terlihat kaget dan menutup mulutnya, tanpa di sadari ia meneteskan air mata, ia terharu sekaligus bahagia, tak pernah membayangkan ini akan terjadi begitu cepat, dia tau persis perkenalannya dengan Calvin terbilang sangat singkat..
"apa kau menyukainya?" tanya Calvin meyakinkan, Alice hanya mengangguk tak bisa berkata-kata.. Calvin pun bertanya kembali.
"jadi, maukah kau menikah dengan ku Alice Angelica?" Alice langsung melompat kepelukan calvin seraya mengangguk mengiyakan ajakan Calvin untuk menikahinya, sunggu ia sulit mengeluarkan satu kata saja dari mulutnya..
"hei aku butuh jawaban, bukan anggukan" komplen Calvin memastikan, ia ingin mendengar Alice mengatakan "iya"..
"iya, aku mau menikah denganmu Calvin Radiawan, bos ku yang tampan" dengan tangis yang semakin menjadi, Calvin melepaskan pelukan dan menatap Alice penuh bahagia, ia menunjukan wajahnya mencium bibir Alice lembut, Alice pun membalas ciuman itu dan mengalungkan tangannya di leher Calvin.. hari yang indah untuk mereka berdua.