"ddrrttt"... hp Alice bergetar terlihat satu pesan..
(from) my cold CEO: " apa kau masih di tempat sahabatmu?
Alice membalas : "iya, ada apa?"
drrrtttt.. pesan masuk
my cold CEO : "apa kau sudah makan?, tidak, aku hanya bertanya"..
Alice : " aku sudah makan bersama rianty "
drrrrtt .. pesan masuk.
my cold CEO : " baikalah "...
Alice tak membalas lagi dia kembali meletakan hp nya..
"siapa ?" tanya rianty penasaran.
"Calvin" jawab Alice sambil menyesap minumannya..
"apa ada Maslah kenapa dia menghubungimu"..
"tidak ada, dia hanya bertanya apa aku sudah makan," jawab Alice santai menyandarkan punggungnya di sofa
"what? seriously?, apa hubungan kalian sedekat itu?, ohh God, fakta baru lainnya, selain terlihat datar dan beraura dingin tenyata dia orang yang perhatian" ucap Rianty excited.
"ya, dia memang dingin, di juga punya sisi hangat, aku bahkan tidak bisa menebak apa yang dia pikirkan, kadang dia menjadi sangat perhatian, kadang bisa menjadi sangat dingin dan acuh", Alice menghela napas..
"kurasa ada sesuatu di antara kalian, apa kau tidak mau memberitahuku?"..
"apa yang kau maksud? kami tidak ada apa-apa.." Alice mengelak
"come on Alice, kau tidak bisa membohongiku, aku sudah menaruh curiga saat melihatmu dan Calvin saling menatap di hari pertama Calvin menjadi CEO baru kita, kau tegang dan pucat bahkan begitu kaget, seakan kalian pernah bertemu sebelumnya"..
"kau sadar rupanya" jawab Alice santai.
"apa? jadi benar?" rianty kaget dengan jawaban Alice..
" ya aku memang pernah bertemu dengan dia sebelum nya, akan aku ceritakan nanti,aku harus segera pulang ini sudah malam"..
pertemuan yang sangat menggairahkan juga memalukan.. gumam Alice..
Alice tiba di apartemennya, ia langsung meletakan tas dikamar dan melepas semua pakaiannya, dia sudah tidak tahan ingin mandi dan berendam air hangat melepas lelahnya.. hampir sejam dengan ritual mandinya Alice bersiap tidur.. tiba-tiba hp nya bergetar.. terlihat " my cold CEO calling"
Alice langsung menekan tombol hijau..
"halo" sapa Alice
"apa kau sudah pulang?" tanya Calvin
"ya aku sudah pulang, bahkan aku sudah akan beranjak tidur, ada apa?" tanya Alice
"aku merindukanmu baby" jawab Calvin memelas..
"deg"... lagi dan lagi Calvin membuat jantung Alice berdetak kencang, Alice hanya diam tak bisa berkata-kata..
"Alice, are you still there" Calvin memastikan.
"yaa? ..ah ya,.. aku masih disini" terbata..
"weekend ini apa kau sudah ada janji?, aku ingin mengajakmu ke suatu tempat?" tanya Calvin serius
"tidak ada" jawab Alice singkat, ia tidak bisa berkata banyak, terlalu gugup..
"baiklah aku akan menghubungimu lagi nanti, good night baby"..
"good night" jawab Alice, Calvin langsung mematikan sambungan tlp nya..
apa itu barusan, apa dia akan mengajakku berkencan? oohhhh myyyyy...
sepertinya aku harus membeli baju baru, aku harus terlihat cantik untuk mengimbangi ketampanan bos dingin itu.. aku akan mengajak rianty ke mall besok sepulang kerja..
Alice pun memejamkan matanya, tertidur pulas mengistirahatkan tubuhnya, karena bsk sudah harus di di sibuk kan lagi dengan pekerjaan nya
di tempat berbeda Calvin sedang tersenyum sesekali mencium wallpaper hp nya, ya wallpaper hp nya adalah foto Alice yang dia ambil diam-diam saat di restoran, foto candid Alice terlihat menawan meski dari samping, saat itu ia sedang sibuk diskusi dengan letty.. Calvin menyadari kecantikan wanita itu bisa dengan mudah memikat pria manapun untuk mendekatinya, Calvin mulai cemas Bahkan ia sudah membayangkan hal apa saja yang akan terjadi jika ia tak cepat menjadikan Alice miliknya seutuhnya.
Rianty POV.
drrrtttt....
"halo ma"
"sayang jangan lupa weekend ini kamu harus pulang dan ikut makan malam dirumah, mama mengundang Tante Lusi sekeluarga makan bersama kita" tegas Elis mama rianty..
" tidak bisa mah aku sudah ada janji" tolak rianty halus.
"Mama tidak mau tau"
"ma...." rianty kehabisan kata-kata.
"oke nak, mama menyayangimu, sampai ketemu dirumah"..
apa yang harus aku lakukan? aku tidak bisa melawan mama dan membuatnya kecewa, haaaahhh... rianty menghembuskan nafasnya kasar..
drrrrttttt... "Alice calling"
"iya, Lis tumben tlp?"..
" gak boleh? yaudh aku tutup deh" ledek Alice..
"apaan sih Lis, udh cepetan kenapa tumben tlp?"
" ngemall yuk, aku mau cari sesuatu".. ajak Alice exited...
" yuk, bete juga di apartemen terus, suntuk.." rianty mengiyakan ajakan Alice,mood nya juga hancur semenjak mama nya tlp tadi..
" ya udh langsung ketemu di sana aja yah, bye rianty"
"bye" rianty mengakhiri tlp nya..
lebih baik aku ikut Alice ngemall aja siapa tahu bisa bikin mood ku baik lagi, aku juga harus beli baju buat acara makan malam nanti, walaupun aku tidak suka perjodohan itu, paling tidak aku harus tetap tampil cantik agar tidak mengecewakan mama dan keluargaku, aku juga penasaran siapa anak Tante Lusi yang di jodohkan denganku, mereka selalu bilang aku mengenalnya, tapi siapa?...setahuku anak Tante Lusi cuma dua laras dan putri.. ohhh aku sungguh benci teka teki.. dalam hati rianty...
Alice dan Rianty sudah berada di mall, mereka sibuk berkeliling mencari barang yang mereka butuhkan..
" kamu beli baju juga? " tanya Alice
" iya, buat acara makan malam keluarga" jawab rianty malas.
"hmmm semangat donx sayang, mau aku kasih bocoran gak siapa anak Tante lusi yang di jodohkan am kamu?" ucapan Alice itu membuat rianty kaget dan penasaran..
"haah, serius? siapa?"
"for your information, ternyata anak nya Tante Lusi itu ada 3 yang pertama itu cowok, dan dia yang di jodohkan am kamu, yang kedua Laras dan yang ke tiga putri.. nah kamu pasti taunya cuma Laras dan putri, karena anak pertama Tante Lusi selalu di luar negeri dari sekolah sampe kuliah, bahkan kerja.. tapi, belakangan ini dia balik ke indo karena tugas kerjaan jg " ucap Alice serius sambil memilih baju yang di kedua tangannya.. dan kata-kata Alice sukses membuat rianty menganga tak percaya.
"kok kamu bisa tau banyak Lis?" rianty merenung..
"rahasia donx, udah buruan pilih baju yang elegan biar kamu keliatan cantik, aku yakin kamu gak akan nyesel dengan perjodohan itu"
"kok kamu bisa seyakin itu,emang kamu tau siapa cowok itu?" keluh rianty..
" tau lah sayang, buat apa aku tau byk info tentang Tante Lusi sekeluarga tapi gak tau yang mana orangnya".. jawab Alice santai, dan lagi-lagi berhasil membuat rianty tak percaya.. "udah cepetan pilih bajunya, aku udh selesai, udah laper juga, abis ini kita makan yah, baru pulang"..
tenyata Alice sudah tau banyak tentang perjodohan ku bahkan dia tau siapa pria yang di jodohkan denganku, dari cara dia menyemangati ku sepertinya dia tau kalo aku akan menerima perjodohan ini, Alice lebih paham aku di bandingkan siapapun, aku semakin dibuat penasaran, isi kepalaku sudah penuh dengan tanda tanya... rianty tenggelam dalam pikirannya..