pagi hari, seperti biasa Alice bersiap kekantor, ia mengenakan rok berwarna cream senada dengan warna blous lengan panjang dengan kerutan di leher, dipadukan dengan high heel warna putih, rambut kuncir kuda dengan Curly di bagian bawanya saja. ia lupa kemarin meninggalkan mobilnya di kantor, Calvin sudah meminta Raka membawanya tapi semalam Raka tak juga mengantar mobilnya.
kenapa semalam Raka tidak mengantar mobilku,huft sebaiknya aku menelepon dia.
Raka sedang dalam perjalan menjemput Alice.
ddrrttt... hp Raka bergetar, dilihatnya " beautiful calling"
" halo " jawab Raka..
" raka, kenapa kau tak mengantar mobilku semalam,lalu sekarang bagaimana aku berangkat ke kantor" rengek Alice manja, membuat Raka melebarkan senyumnya..
"aku dalam perjalanan menjemputmu,tunggulah,sebentar lagi sampai"...
" baiklah" Alice memutuskan sambungan tlp nya..
5 menit kemudian muncul Raka di depan apartemen Alice.
"morning beautiful,maaf semalam aku terlalu lelah,aku tak sempat mengembalikan mobilmu,kau tau Calvin memberiku banyak tugas setelah aku jadi asistennya"...
"ya ya ya, dia juga memberiku banyak tugas sebagai sekertaris nya, aku hampir pulang malam kemarin". Alice mengenakan shitbel..
setibanya di kantor seperti biasa Johan sudah menanti kedatangan Alice hanya untuk mengucapkan selamat pagi..
" pagi Alice,seperti biasa kau sangat cantik" Johan benar-benar terpesona dengan kecantikan Alice, walaupun Johan tau Alice tidak menyukainya baginya hanya dengan Alice membalas sapaan selamat pagi sudah membuat dia sangat senang..
" pagi Johan, terimakasih", sambil terus melangkahkan kakinya ke arah lift..
"lihatlah penggemarmu itu begitu setia" ledek Raka yg berjalan di sebelah Alice.
"shut up Raka".. oceh Alice. Raka hanya tertawa karena berhasil meledek Alice..
"tapi dia benar Alice, kau selalu terlihat cantik" dengan nada serius penuh kekaguman, dan itu membuat Alice melihat ke arahnya bingung..
"apa kau baik-baik saja? kau tidak demam?" Alice memegang kening Raka..
dan lagi-lagi Raka hanya tertawa, Raka tak ingin Alice tau perasaannya karena Alice hanya menganggapnya sahabat, ia jg tak ingin merusak persahabatannya. seperti ini saja sudah lebih dari cukup, dia tak mau memaksakan Alice untuk menyukainya.
Alice menyiapkan berkas di mejanya,ia mulai tersadar kenapa rianty tidak menemuinya. setiap pagi rianty selalu mengunjungi nya untuk mengobrol sebelum memulai pekerjaan.. Lebih baik aku mengecek keruangan nya.. batin Alice..
ceklek.. Alice masuk keruangan rianty..
" hai rianty sayang, kenapa kau tak menemui ku pagi ini " ucap Alice penuh harap..
" maaf Alice, aku sedang tidak bersemangat, kau tau aku di jodohkan kedua org tua ku dan itu membuatku gila".
"kenapa kau tak memberitahuku" tanya alice kecewa.
"aku terus memikirkan perjodohan ini, Hingga lupa memberitahumu" rianty dengan wajah murung nya.
"aku akan mampir ke apartemenmu sepulang kantor nanti, aku akan mendengarkan semua ceritamu, oke.." ucap Alice sambil mengusap bahu rianty.. " baiklah" jawab rianty singkat..
Alice kembali kemejanya dan memulai pekerjaannya, menyiapkan berkas dan jadwal pertemuan dan meeting untuk bos nya, hari ini akan sangat sibuk.
tok tok.. Alice mengetuk ruangan Calvin
" masuk" jawab Calvin datar.
"pagi pak" sapa Alice..
"pagi" jawab Calvin datar sambil mengecek komputernya..
apa ini,kenapa dia menjadi dingin lagi.. benar-benar sulit di pahami.. batin Alice.
" hari ini ada meeting jam 10 , dan bertemu ceo dr perusahan Axel crop di jam makan siang untuk menandatangani perjanjian yg sudah disepakati" ucap Alice tegas..
"siapkan semua berkasnya" ucap Calvin datar..
" baik pak" jawab Alice dan langsung meninggalkan ruangan bosnya itu..
Calvin terus memandangi kepergian sekertaris nya itu,hingga punggung nya hilang dibalik pintu.
kau sangat cantik Alice begitu wangi, maaf mengacuhkan mu, aku tak bisa mengendalikan diriku untuk tidak menciummu, Jika aku menatapmu.. kita sedang dikantor dan harus profesional.. batin Calvin..
selesai meeting dikantor Alice langsung kembali kemejanya menyiapkan berkas untuk pertemuan dengan CEO Axel corp, pertemuan itu hanya pengesahan saja bisa terbilang santai oleh karena itu mereka memilih restoran dan bisa sekalian makan siang.
Alice dan Calvin sedang dalam perjalanan, hening tak ada yang bersuara,Calvin sibuk dengan MacBook nya Alice sibuk dengan hp nya.. merekapun tiba di restoran tempat pertemuan bisa dilihat Axel sudah sampai lebih dulu bersama sekretarisnya.
"sorry aku terlambat" ucap Calvin seraya mengulurkan tangan
Axel pun berdiri dan langsung menerima uluran tangan Calvin " tidak,tidak kami juga baru sampai 3menit yang lalu".. "kenalkan ini sekertaris ku Letty"..
"siang Mr. Calvin" sapa Letty
"siang" jawab Calvin datar mereka berjabat tangan "ini...", belum sempat calvin memperkenalkan Alice, Axel sudah memotong ucapannya.
"Alice right?, ya aku sudah tau dia sekertaris mu, dan dia sangat cantik " dengan menatap Alice penuh kagum.
Calvin yang memperhatikan itupun mengangkat sebelah alisnya dan menghembuskan nafasnya kasar "kau benar Axel dia memang selalu cantik" timpal calvin membuat Alice menoleh,tak percaya yang di ucapkan bosnya itu. oh come on ada apa dengan kalian!.. batin alice
"siang Mr. Axel, terimakasih atas pujian anda" sapa Alice, dan mereka berjabat tangan.. begitupun Alice dan Letty saling sapa dan berjabat tangan...
mereka melanjutkan diskusi santai sambil menikmati makan siang, Alice dan Letty terlihat sibuk bertukar obrolan kadang tentang perusahaan kadang tentang kehidupan pribadi mereka berdua..
"ini sudah hampir jam pulang kerja, lebih baik kau langsung pulang dan istirahat, hari ini lelah bukan?" Calvin berkata kepada Alice sambil memperhatikan MacBook nya..
"iya, tapi saya akan ke kantor dulu mengambil mobil" jawab Alice sambil memperhatikan Calvin yang sibuk dengan MacBook nya..
benar-benar gila kerja, apa dia tidak pusing?, bahkan di dalam mobil pun masih sibuk dengan pekerjaan, tapi fokusnya itu membuat kadar ketampanannya naik berkali-kali lipat, ohh god.. batin alice.
"biar aku mengantarmu pulang,tak usah capek-capek kembali kekantor mengambil mobil" tawar Calvin santai sambil menutup MacBook dan menoleh ke arah Alice.
"terimakasih pak, tapi saya sudah ada janji dengan rianty, saya akan mampir apartemen nya sebentar, sepertinya dia lagi banyak masalah" rianty pun menoleh ke arah Calvin, tatapan mereka bertemu, mata hazel Calvin begitu indah menatap Alice intens..
"baiklah" jawab Calvin singkat sambil terus menatap Alice.. awkward sekali.... huhu... gumam alice
ingin sekali aku melumat bibir manis mu itu baby, aku tidak bisa menunggu lebih lama, akan ku buat kau menjadi milikku seutuhnya secepat mungkin.. batin Calvin..
setibanya Alice di apartemen rianty..
"hai Alice,masuklah" Alice pun masuk..
"baiklah ceritakan semuanya padaku" ucap Alice tak sabaran.
"slow baby, kau baru saja sampai,minumlah dulu" oceh rianty santai..
"aku di jodohkan dengan anak dari Tante Lusi, sahabat ibuku mereka bersahabat sejak kecil,aku tidak tau mengapa mereka tiba-tiba menjodohkan kami, aku tidak kenal siapa anak Tante Lusi, aku bahkan tidak tau namanya, tapi ibuku selalu bilang kami saling mengenal, itu membuatku pusing.. aku tidak suka bermain teka teki, aku langsung menolak tegas perjodohan itu, kau tau ibuku tak akan menyerah dia akan tetap pada keputusannya, Alice rasanya aku ingin menghilang" keluh rianty prustasi..
Alice hanya diam tenggelam dalam pikirannya mencerna ucapan sahabatnya itu..
"Alice, kenapa kau diam saja?, ohhh God" rianty memutar bola matanya malas...
" aku hanya sedang berfikir siapa laki-laki yang dijodohkan ibumu, aku rasa aku harus melihat daftar nama semua teman laki-laki mu untuk mencari taunya.. ha ha ha..." Alice meledek rianty.
"hell.. kau meledek ku haahhh" cetus rianty dengan wajah manyunnya yang begitu imut..
"baiklah-baiklah kita akan memecahkan teka teki ini, aku akan membantumu" ucap Alice penuh perhatian..
rianty langsung memeluk Alice "thanks, you'r my best"...