hampir pukul 5 sore Alice masih di sibuk kan dengan pekerjaan nya,banyaknya meeting dan bertemu klien diluar tak mematahkan semangat pekerja kerasnya,ia harus tetap bersikap profesional dan menyelesaikan pekerjaannya dengan baik. sebisa mungkin Alice akan menyelesaikan pekerjaannya dengan sangat sempurna tanpa ada kesalahan, meskipun ia tahu manusia itu tak luput dari kesalahan
"aku tak menyangka dibalik sifat dingin dan mengintimidasi Calvin terhadapku dia masih tetap profesional dalam pekerjaan dan status ku sebagai sekertaris nya, dia tidak mempersulit ku, semua berjalan sebagai mana semestinya..benar-benar perfect bos".. batin Alice sambil meletakan tangannya di dagu..
"Alice", seketika Alice kaget mendengar namanya di teriakan.. ya Calvin menyebut namanya tepat di depan mejanya..
sejak kapan pak Calvin dsini, bodoh Alice kenapa kamu tidak menyadarinya, Alice merutuki dirinya sendiri..
"iya pak", dengan muka terkejutnya
"apa yang kamu pikirkan?,kenapa kamu belum pulang?" tanya calvin seperti biasa dengan wajah datarnya
"hmm ini sudah selesai pak,saya akan segera pulang," tangannya merapikan meja...
"Alice, aku akan mengantarmu pulang", Calvin menawarkan diri
ya Tuhan apa aku tidak salah dengar,aku tidak bisa semobil dengannya,jantungku bisa copot kalau berlama-lama dengannya.. batin Alice yang bingung.
"hmm maaf pak, tapi saya bawa mobil" ragu dan bingung padahal dia sangat senang calvin mau mengantarnya pulang.
"tak apa,biar Raka membawa mobilmu".. "so?" tanya Calvin sekali lagi..
"baiklah" jawab Alice santai..
Alice sudah berada di mobil Calvin,Calvin melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju apartemen Alice,hening tak ada satu katapun yang keluar dari mulut mereka, dan itu membuat alis tak nyaman.. apa aku harus bertanya untuk menghentikan keheningan ini,sungguh aku tak nyaman.. batinnya..
"Alice,bolehkah aku bertanya, kenapa kau meninggalkanku malam itu?" akhirnya Calvin memecahkan keheningan, mengeluarkan pertanyaan yang selama ini ia pendam..
deg.. jantung Alice berdetak kencang, bingung harus menjawab apa, ia tak menyangka Calvin akan membahas malam itu.. akhirnya Alice memilih diam dengan ekspresi gugupnya..
"baiklah, tak apa jika kau tak mau jawab,aku akan menunggu kau siap untuk memberitahu ku" ucap Calvin dengan wajah santainya.
Alice hanya diam,sesekali ia melirik Calvin yang sedang fokus mengemudi, Alice benar-benar terpesona dengan ketampanan Calvin, ia terus memandanginya tanpa sadar..
"jangan terus memandangiku, sudah kukatakan pengendalian diriku buruk" sontak kata-kata calvin membuat Alice mengalihkan pandangannya dengan wajah malu sambil menggigit bibir bawahnya..
"kita sampai" Calvin memberitahu Alice.
"terimakasih pak sudah mengantar saya pulang" Alice hendak membuka pintu mobil namun ia urungkan saat Calvin bertanya kembali. " apa aku boleh mampir?"
"haahhh?" Alice terlihat bodoh dan tak percaya..
"iya boleh, silahkan pak" kemana kesopanan mu Alice,harusnya kau yang menawarkan dia untuk mampir,sungguh aku menjadi sangat lemot kala berhadapan dengan Calvin ..hu hu..
sesampainya di apartemen Alice,
"silahkan masuk pak, bpk mau minum apa?" tanya Alice ramah..
"panggil aku Calvin,jika sedang tak dikantor, aku cuma 2thn lebih tua darimu." tegas calvin
" hmm baiklah,, Calvin"
"good girl" sambil tersenyum kearah alice, lalu melihat ke setiap sudut ruangan apartemen itu yang tertata rapih.
what? apa aku tidak salah liat, dia baru saja
senyum kearahku,senyum yang begitu manis.. apa orang ini nyata? kenapa dia begitu sempurna.. gumam Alice dalam hati sambil menyiapkan minuman untuk bos nya itu.
Alice duduk disebelah Calvin sambil menyesap minumannya, mereka mengobrol serius, sesekali bercanda, yang di tanggapi garing oleh calvin.
"aku akan memberitahumu kenapa aku pergi malam itu, aku tidak ingin melepas kesucianku dengan org yang baru aku kenal,mungkin terlalu banyak minum membuatku jadi hilang akal, maafkan aku"
"aku mengerti, tak usah dipikirkan lagi" Calvin mengelus rambut Alice.
Calvin mendekati wajah Alice lalu menciumnya dengan lembut,Alice pun membalas ciuman Calvin mereka begitu menikmati dan terbuai,Calvin melepas ciuman nya melihat wajah Alice memerah karena malu, dan itu malah membuat Alice semakin imut,Calvin menciumnya lagi,kali ini dengan sedikit kasar dan menggebu,entah sejak kapan tangan Calvin sudah berada di d**a Alice dan memainkan kedua gundukan itu,Alice mengerang nikmat.
"aahhh.." suara yang begitu sexy membuat Calvin semakin b*******h,Calvin melepas kemeja Alice menyisakan bra nya saja.. kemudian menggendong nya ala bride style membawanya ke kamar tanpa melepas ciuman mereka, ia merebahkan Alice dengan begitu lembut menatap dan mengusap wajah gadis itu dengan penuh hasrat, lalu menciumnya lagi, ciuman itu turun ke leher jenjang Alice memberinya kissmark, Alice semakin terbuai nikmat, ia mencengkram rambut Calvin yang kini sudah melumat meremas sesekali gigitan kecil pada niple d**a Alice.
"aahhhh... Calvin!".... desahan Alice terus keluar membuat membuat junior Calvin mengeras dan sesak dibawah sana..
setelah puas bermain di bukit kembar, Calvin mencium kembali bibir Alice yang sudah bengkak akibat ciuman kasarnya, tangan Calvin sudah berada di kewanitaan gadis itu jarinya mulai menekan dan menggesek dengan lihai di bibir bawah nya, Alice mengerang nikmat "uughh...."
Calvin mulai memasukan jarinya ke inti gadis itu "aahhhh..." desahan yang begitu sexy Alice mendongakan kepalanya tak kuasa menahan nikmat sentuhan Calvin di kewanitaannya.
Calvin memaju mundurkan jarinya dengan lembut "damn, ini masih sangat sempit" calvin terus memaju mundurkan jarinya.
"faster please... aahhh" pinta Alice dengan suaranya berat dan terdengar sexy.
dengan senang hati Calvin melakukannya, jari-jarinya keluar masuk dengan lebih cepat, dia kembali mencium bibir Alice rakus.
Alice mencapai o*****e pertamanya, tubuhnya bergetar hebat jarinya mencengkram bahu Calvin dengan kuat, cairan nikmat itu pun membanjiri jari-jari Calvin.
Calvin semakin tak kuasa menahan hasratnya Junior nya sudah minta di dimasukan ke lubang kenikmatan milik Alice.
namun ia mengurungkan niatnya itu,ia tak ingin menjadi bastard karena mengambil kesucian Alice sebelum menikah.calvin memang tampan kaya bahkan di usia nya yang masih terbilang muda ia sudah menjadi seorang yang sukses bahkan kesuksesannya sampai tahap internasional, tapi dia bukan tipe pria yang akan mencari jalang diluar sana hanya untuk memuaskan hasratnya, kenapa dia bisa menahan nafsunya di era yang terbilang lebih banyak free s*x... ya karena dia gila kerja setiap harinya disibukan dengan pekerjaan.
"kau begitu memabukan baby, tapi aku akan tahan keinginanku tuk memasuki kewanitaan mu yang menakjubkan itu!" Calvin mengecup kening Alice..
entah perasaan apa yang Alice rasakan saat ini, ia begitu terpana dengan apa di lakukan Calvin, sikap lembutnya,pengertiannya, padahal Alice mengerti sulit bagi pria menahan hasratnya,ya Alice bisa melihat junior Calvin yang memegang sempurna,tapi bos nya itu tidak memaksanya berhubungan..
"Calvin kau begitu sempurna, kurasa aku jatuh cinta pada padamu, pria yang dingin diluar tapi hangat di dalam , siapa yang tau sikap dinginnya itu hanya tameng." gumam Alice.
"terimakasih" Alice langsung memeluk Calvin erat..