flashback

1111 Words
astaga Alice ada apa denganmu,kenapa kau terus menatapnya apa yang coba kau lakukan,sadarlah Alice.. batin nya... tiba-tiba Calvin mencium bibir Alice yang sejak tadi sudah menggodanya, ya hanya menempel tak lebih dan itu berhasil membuat kedua nya makin b*******h entah pengaruh alkohol atau memang Alice yang sudah gila kini ia melingkarkan tangannya di leher Calvin,Calvin mencium Alice untuk kedua kalinya,kali ini ciuman yang begitu menggairahkan ia memasukan lidahnya kedalam mulut Alice, Alice pun melakukan hal yang sama. Calvin sudah tak tahan lagi, sisi prianya mulai meronta meminta lebih,junior nya sudah mengeras dibawah sana,, Calvin membaringkan Alice tanpa melepas ciuman mereka, tangan Calvin mulai masuk ke dalam dress milik Alice dan merasakan dua gundukan yang padat dan pas ditangannya, Alice mengerang nikmat, seketika dia mulai tersadar yang ia lakukan ini salah, bagaimana mungkin ia melepas kesuciannya dengan pria yang baru ia temui, Alice sadarlah, ya tuhan ini salah,apa yang harus aku lakukan,untuk meronta saja aku tak kuat, bagaimana kalo dia marah dan makin memaksaku melakukan itu..argghhh aku harus cari cara agar ini bisa berhenti... ayo Alice berfikir... batinnya. "binggo" Alice mendapatkan ide, di setiap sentuhan nikmat yang Calvin berikan dia malah harus berfikir untuk menghentikannya, sungguh sulit, jantungnya berdetak kencang kala Calvin mulai memainkan niple nya tapi harus menghentikannya ia tak mau menyesal nantinya.. "hei, stop it" pinta Alice dengan nafas terengah menahan gejolak nikmat. Calvin langsung menghentikan aktifitasnya dan menatap Alice seraya bertanya "are you sure? apa aku tidak salah dengar?". "hmmm tidak,maksudku hmm" Alice terbata karena gugup. "kenapa kau tidak mandi dulu,lihatlah badanmu lengket semua" Alice menyentuh d**a bidang Calvin Calvin merasakan tangan halus Alice yang menyentuh d**a bidangnya,ia semakin menginginkan Alice, tapi harus ia tahan karena benar yang Alice katakan lebih baik ia mandi terlebih dahulu. "oke,tunggulah aku baby" dengan wajah datar dan mata yang dipenuhi kabur gairah ia meninggalkan Alice dan menuju kamar mandi,stelah terdengar pintu terkunci Alice bergegas merapikan dress nya lalu pergi meninggalkan kamar itu, secepat kilat ia menuju lift berharap sampai dibawah sebelum pria itu menyadari kepergian Alice. ayo cepatlah, gumam Alice seakan lift berjalan lambat, Ting.... Alice langsung bergegas keluar dan memesan taxi.. di dalam taxi ia menghembuskan nafasnya kasar. Akhirnya aku bisa pergi dari tempat itu, aku berharap kita tidak akan bertemu lagi pira tampan.. batin Alice sambil menatap keluar jendela.. ceklek, Calvin selesai membersihkan diri hanya mengenakan handuk yang melilit di pinggang nya, matanya memincing mencari keberadaan gadis itu, namun tak ia temukan, kemana dia? siaalllll ... geram Calvin sambil mengacak ngacak rambutnya yang basah. emosinya menggebu ia merasa di permainkan, aura dingin dan jiwa iblisnya seakan keluar menuntut dendam, "apa aku harus menanyakan alamat gadis itu ke Raka?" " tidak tidak Raka pasti akan meledek ku dengan kejadian malam ini" double siaalllll.. baiklah akan ku cari gadis itu tanpa bertanya kepada Raka. Calvin masih memikirkan gadis itu,bagaimana bisa ia pergi di jam segini,jam menunjukan pukul 3 pagi, bagaimana kalau terjadi sesuatu di jalan,apa ia harus mengubungi Raka tuk mencari gadis itu? .aargggghhhhh benar- benar siallll... Beberapa bulan kemudian. pukul 6 pagi alarm Alice berbunyi,ia membuka mata yang terasa berat enggan untuk bangun dan pergi kekantor,semangatnya mulai menghilang sejak pria malam itu menjadi CEO nya, ia merasa setiap harinya akan menjadi rumit. Alice memantapkan dirinya untuk tidak gampang menyerah, mengahadapi apa yang harus di hadapi, ia bergegas mandi dan bersiap kekantor, ia memakai rok denim diatas lutut warna navy dipadukan kemeja salur biru langit, dengan high heels warna cream yang tak terlalu tinggi, tak lupa sarapan roty lapis dan segelas s**u. Alice berangkat lebih awal karena jarak apartemen nya ke kantor lumayan jauh,di tambah jalan Jakarta yang selalu macet setiap harinya. "morning Alice" sapa Johan dengan wajah penuh cinta melihat penampilan Alice, ya Johan menyukai Alice, tapi Alice menolaknya tegas. "morning Johan" sambil terus berjalan lurus menuju lift.. Ting.. Alice masuk kedalam lift di barengi karyawan lainya.. ia langsung duduk di ruang kerjanya yang tepat didepan ruang CEO.. "Aliceeeeee" sapa rianty membuat Alice kaget. "apaan sih,pagi-pagi bikin orang jantungan" grutu Alice atas kelakuan temannya itu. "hehehe,maaf sayang, btw hari ini aku gak bawa mobil,nanti pulangnya nebeng yah" sambil makan cemilan yang ia bawa.. "raka mana? katanya dia balik hari ini?" tanya rianty santai.. "gak tau belum sampe kali,atau gak jadi balik hari ini" jawab Alice sambil merapihkan mejanya. "ya gak mungkinlah,diakan asisten pak Calvin pasti dia balik hari ini," oceh rianty dengan wajah ceria dan penuh kekaguman. "ya,ya terserah kamu aja" jawab Alice dengan wajah tak peduli. Ting... pintu lift terbuka menampakan calvin dan Raka yang keluar dari lift, seketika jantung Alice terasa berhenti ia terasa sangat gugup, Andai aja aku punya ilmu menghilang rasanya aku ingin menghilang sekarang juga..hu.hu.hu.. tenanglah Alice... gumam Alice meyakinkan diri. di sisi lain rianty menggoyang kan lengan Alice dengan wajah sumringah " ya ampun Lis duo tampan Dateng", " ssstt apaan sih diem gak?" bisik Alice "selamat pagi pak Calvin" sapa Alice ramah seolah tidak ada yang pernah terjadi di antara mereka berdua, diikuti rianty mengucapkan hal yang sama. "pagi" jawab Calvin dengan wajah datar tegas tapi tetap terlihat keren seraya berjalan menuju ruangannya.. akhirnya Alice bernafas lega setelah pria itu melewatinya "pagi Alice, rianty " sapa Raka berdiri didepan meja Alice sambil memperhatikan Alice yang begitu segar dan cantik,Raka memang menyukai Alice dalam diam dia tidak ingin seorangpun tau perasaannya terhadap Alice. "pagi Raka", jawab Alice sambil membereskan berkas-berkas yang akan ia bawa meeting hari ini.. mereka berbincang sebentar sebelum akhirnya kembali ke rutinitas masing². tok tok tok "masuk" jawab Calvin " permisi pak,ini berkas-berkas yang bapak minta untuk meeting jam 10 nanti", sambil menundukkan wajahnya ia berusaha mengucapkan kata itu dengan tenang,dalam dirinya begitu gelisah berhadapan dengan Calvin,ia masih mengingat jelas sentuhan Calvin Malam itu. hening seketika tak ada jawaban dari Calvin,Calvin menatap Alice lekat dengan raut wajah yang tak bisa di artikan,ia bangkit dari kursinya dan mendekati Alice,kini ia tepat di hadapan Alice Bahkan Alice bisa mencium aroma parfum bos nya itu, aroma maskulin segar yang begitu memabukan. jantung Alice berdetak kencang ia tak berani menatap wajah bos nya "angkat kepalamu" ucap calvin tegas mau tak mau Alice mengangkat kepala nya dan menatap tepat wajah Calvin di hadapannya, mata hazel itu pun menatap Alice tajam. "aku tak menyangka akhirnya kita bertemu lagi, Alice Angelica! " ucap calvin dengan nada penuh tekanan. "apa kau merindukanku? aku sudah menantikan momen ini untuk waktu yang lama" ucap Calvin. "kau tau, aku ingin melanjutkan hal yang pernah tertunda dulu" bisik Calvin di telinga wanita itu, hembusan nafas Calvin di telinga Alice membuat wajahnya memerah.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD