Seperti weekend biasnya Alice hanya bersih² dan bersantai di apartemen nya, tapi tidak untuk hari ini,dia terlihat bosan tak b*******h, akhirnya Alice memutuskan untuk belanja keperluan pribadinya, ya wanita akan dalam mood yang baik kalo soal belanja. Alice hanya mengenakan jeans biru laut, kaos putih, dengan rambut yg di kuncir kuda dan flat shoes warna hitam nya.. santai memang tapi tetap terlihat cantik dan modis,dengan tubuh langsingnya..
Alice sudah memarkirkan mobilnya di salah satu mall terbesar di Jakarta, ia terlihat menikmati memilih dan mengambil apa aja yang ia perlukan..
drrttt hpnya bergetar terlihat " rianty calling "
" halo Ri"
" Lis kamu dimana? aku di depan pintu apartemen mu!" dengan nada bingung,karena dari tadi tak ada yg menjawab bel yang ia tekan.
" duh aku lagi di mall, kamu nyusul kesini aja aku baru sampe kok" sambil membandingkan harga barang yg ia pegang..
"oke deh aku kesitu ya sekalian mau cari gaun buat acara nanti malam" rianty menutup telponnya..
blm sempat Alice bertanya gaun untuk acara apa, tapi rianty sudah menutup tlp nya, " yaudh nanya langsung aj ntar" gumam Alice..
Alice mengirim rianty pesan.
to rianty : aku nunggu di cafe Ruby..
tak selang berapa lama Rianty pun menemui Alice dengan senyum riangnya dan duduk di depan Alice.
" mau makan dulu gak? kebetulan aku baru pesen minum aja" tawar Alice
" nggak deh aku udh makan, kita langsung aja yux takut keburu sold out semua".
Alice pun mengiyakan ajakan rianty hampir semua toko baju mereka datengin,
Alice juga ikut memilih gaun sambil mengajukan pertanyaan yg tadi ia tunda di tlp
" Oia rianty, kamu cari gaun mau ke acara apa?"
" what? " rianty yg kaget atas pertanyaan Alice
" Lis plis jangan bilang kamu lupa, nanti malam tu perayaan kembalinya Raka" tegas rianty di depan wajah Alice.
"ahhh ya ampun aku lupa."
Alice tak menyangka dia bisa melupakan acara itu, bahkan dia sendri belum menyiapkan gaun apa yg akan ia kenakan, Alice bergegas memilih gaun untuk ia pakai nanti malam.
pukul 20.00 wib Alice bersiap siap mengenakan gaun, ia memakai gaun berwarna dusty selutut,model bahu Sabrina dengan high heels hitam yang membuat kaki jenjangnya terlihat sexy.. makeup natural tak lupa dengan softlens warna abu²,rambut Curly tapi bawahnya saja, "Alice kau sangat cantik " bergumam seraya menatap dirinya di cermin..
Alice melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju hingar bingar kota Jakarta, dia akan menuju sixteen club' Jakarta tempat acara penyambutan Raka di gelar.
"Raka Aditiya Miguel" adalah sahabat kecil Calvin, juga teman dekat Alice dan rianty, dengan perawakan sedang tapi berotot, rambut coklat pudar mata coklat,hidung mancung,tinggi,kulit yg putih kecoklatan, membuat dirinya menjadi pria tampan lainya selain Calvin, ia dikirim keluar negri oleh Mahendra untuk mengurus anak cabang di Jepang,3thn lamanya Raka berada disana, kepulangan Raka tentu saja untuk menjabat sebagai asisten pribadi Calvin, Calvin sendiri yang meminta Raka kembali..
setibanya di club' Alice memincingkan matanya ke setiap sudut ruangan,ia mencari keberadaan rianty, "apakah rianty blm sampai, gumam alis sambil membuka hpnya berniat menghubungi rianty."
"Alice, here" rianty melambaikan tangan, di sebelah rianty sudah ada Raka yang terlihat sangat tampan dengan kemeja putih lengan digulung setengah dipadukan jeans navy.. Alice terpaku melihat Raka, ia sangat merindukan sahabatnya itu, Alice bergegas menghamburkan diri kepelukan raka "i Miss you so much" Raka terpaku melihat betapa cantiknya Alice lalu ia pun tersadar kembali menjawab sambil mengeratkan pelukannya "i Miss you too beautiful," Raka melepaskan pelukan nya dari Alice Mereka bertiga mulai berbincang asik karena lama tak bertemu.
suasana club' semakin ramai, tak sedikit yang turun ke lantai dance meliuk liukan tubuh menikmati kesenangan di akhir pekan.. di sudut ruangan terlihat Pria tampan dengan mata hazel sedang memperhatikan Alice,ya Calvin Sudah ada di club' dan memperhatikan kecantikan Alice,dia sengaja tidak menghampiri Raka yang dari tadi sedang menunggunya.
Raka berniat mengenalkan Calvin ke Alice dan rianty.
"nanti aku kenalin temen masa kecilku,dia yang akan menjadi CEO baru kita,dia juga alasan kepulangan ku ke indo". sambil menggoyahkan gelas minumannya..
tak terasa sudah lewat tengah malam, entah sudah berapa gelas alkohol yang alice minum dia terlihat mabuk tapi masih ada sedikit kesadaran.
" Alice apa kau masih bisa jalan? biar aku mengantarmu pulang!" raka menawarkan diri karena khawatir jika Alice harus menyetir dalam keadaan mabuk.
" Nope, aku baik-baik saja Raka, kau antar saja rianty lihatlah dia sudah tak sadarkan diri" Alice menunjuk ke arah rianty yang memang sudah tak sadar dengan kepala di atas meja beralaskan kedua tangannya.
" kau yakin?" Raka ragu
Alice pun berdiri sambil merentangkan tangan untuk meyakinkan Raka bahwa dia tidak mabuk "sure,..lihatlah aku masih sadar" padahal Alice merasa sangat pusing dan mual,dia duduk kembali menetralkan tubuhnya.
"baiklah aku akan mengantar rianty,kau hati-hati di jalan,jangan lupa kabari aku saat sampai di apartemen" tegas Raka mengelus kepala Alice dengan wajah penuh perhatian dan khawatir..
Sepeninggal Raka Alice mencoba bangkit dan membawa dirinya menuju toilet dia tak tahan ingin muntah, Alice mengeluarkan semua isi perutnya,kini ia merasa sangat lemas, berjalan keluar toilet dengan berpegangan dinding, Alice terhuyung lalu menabrak seorang pria.
"bugh"... " ouch" Alice terpekik saat kepalanya membentur d**a bidang pria itu,ia mendongak keatas melihat pria yg ia tabrak, Alice menatap pria itu dengan mata sayu penuh kekaguman tak lupa senyum ala gadis nakal yang terpancar di wajah cantiknya, efek alkohol membuat dirinya tak terkendali,tanpa di sadari tangannya terangkat membelai wajah pria itu "tampan" ya itu yg di lontarkan Alice dihadapan pria itu.
pria itu adalah Calvin yang kini mendekap Alice karena tabrakan itu, dengan wajah datar dan angkuh dia hanya diam memandanginya..
Alice merasa sangat pusing,ia mendorong Calvin menjauh dan melepas rangkuhannya, tapi Alice langsung terjatuh kepalanya terasa sangat sakit, " apa kau baik-baik saja? " tanya Calvin datar..
" hmmm" alice hanya berdehem sambil memegang kepalanya ia sudah tak mampu berkata apapun.
walaupun terkenal dingin Calvin masih punya sisi baik,dia membawa Alice pergi dari club' menuju apartemennya dia tidak tahu alamat Alice dia juga tidak mungkin bertanya dengan keadaan Alice yang sudah tertidur pulas di mobilnya.
sesampainya di apartemen Calvin menaruh Alice dengan hati-hati agar tak membangunkannya, tapi gagal, Alice terbangun dan duduk di ranjang king size milik Calvin sambil menatap mata hazel Calvin dengan penuh perasaan.
"kau sudah sadar, apa kau lapar?" tanya Calvin sambil duduk dipinggir ranjang, Alice tak menjawab dia hanya menatap Calvin intens sunyi tak da sepatah katapun, Calvin mendekatkan wajahnya ke wajah Alice " jangan terus menatapku, itu membuatku tidak nyaman, kau tau pengendalian diriku sangat buruk" bisik calvin di telinga Alice, bisikan itu membuat Alice memejamkan matanya entah perasaan apa itu, Alice merasa sangat terbuai. pria tampan yang sangat menggoda dengan suara berat dan wajah datar nya.