Stephanie membawa oleh-oleh dari China yang dibawakan oleh ayah mertuanya ke kantor. Ayah mertuanya baru saja mengikuti pelatihan di China yang diadakan oleh kantornya. Ia berjanji pada Sheryl untuk memberikannya buah plum kering karena Sheryl sangat menyukai jajanan itu, maka hari itu ia mengajak Radit untuk bertemu. “Hai, Bang Radit,” sapa Merisa saat mendapati pria tampan itu datang ke ruang kerjanya. Semua orang pun menolehkan pandangannya untuk melihat pria yang disapa oleh Merisa. “Hai, Bang!” ujar Stephanie menyapa Radit seraya melambaikan tangannya. “Hai, Steph!” balas Radit seraya melambaikan tangannya. Merisa pun menatap Stephanie seraya berdecih kesal. Tak Sheryl, tak Stephanie, sama saja menyebalkannya. Mereka selalu merebut perhatian Radit saat ia sedang ingin berbincang ak

