Setelah mendapatkan informasi mengenai Radit yang dilaporkan atas dugaan penganiayaan terhadap Axel, baik Jeno dan keluarganya tak lagi ingin melihat ada Athala di perusahaan kimia milik mereka. Namun, tentu sulit memecat Athala begitu saja karena Athala tak memiliki kesalahan fatal dalam bekerja yang menyebabkan perusahaan mengalami kerugian. Jeno pun mencari waktu terbaik untuk berbicara empat mata dengan istri Arif itu. Sebelum berangkat ke Jerman, Jeno pun memutuskan untuk segera mengungkapkan keengganannya menerima kehadiran Athala di perusahaan miliknya. “Permisi, Pak Jeno. Bu Athala sudah datang,” ujar sekretaris Jeno. Jeno pun segera mempersilakan Athala memasuki ruang kerjanya. “Selamat pagi, Pak Jeno,” ujar Athala seraya memberikan senyumannya walau hatinya terasa panas karena

