Hari Sabtu pagi yang cerah ceria, Radit bersama Soraya dan Satrio mengantarkan Sheryl ke psikiater. Selama berada di ruang periksa, Radit menjaga Satrio seraya bermain dengan balon yang dibelinya di ruang tunggu. “Om Radit,” ujar Satrio setelah lelah berlarian membawa balonnya di area sekitar rumah sakit. “Ya?” tanya Radit seraya membawa Satrio ke pangkuannya. “Tante Sheryl sakit apa sih?” Radit pun tampak berpikir untuk menemukan jawaban yang terbaik. Tak mungkin kan ia mengatakan pada Satrio apa yang sebenarnya terjadi pada tante pria kecil itu? “Hmm, … demam,” jawabnya asal. “Kok gak dikompres? Biasanya kalau Iyo demam, Eyang kompres jidat Iyo kayak begini,” ujar Satrio seraya menempelkan telapak tangan kanannya di dahinya. Radit pun tertawa melihat tingkah polos keponakan Sheryl i

