Satu minggu setelah mengikuti tes di XYZ, Sheryl mendapatkan telepon dari pihak rekruter XYZ untuk mengikuti proses rekrutmen selanjutnya, yakni interview dengan pihak user. Tentu saja Sheryl sangat senang mendapatkan panggilan interview itu. Radit baru saja keluar dari toilet dan akan kembali ke kantornya. Ia mendapati Sheryl berbicara di ponselnya di depan deretan pintu lift. Tiba-tiba saja Sheryl menatapnya dan menunjukkan senyum merekah. “Ya, terima kasih,” ujar Sheryl sebelum sambungan teleponnya terputus. “Ada apa?” tanya Radit. Sheryl menggenggam kedua tangan Radit dan menatap pria itu dengan kedua mata berbinar. “Aku dipanggil interview sama XYZ.” “Yeay!” seru Radit lalu ia loncat-loncat bersama Sheryl seraya berpegangan tangan. Pintu lift terbuka. Seorang pria tampan dan rek

