Sudah satu minggu Stephanie bekerja tanpa ditemani Sheryl lagi. Ia memandangi meja kerja yang telah kosong tanpa adanya laptop atau alat tulis kantor di atas sana. Tak ada pula papan nama Sheryl Arsyanendra terpajang di atas meja. Kini ia harus kembali menjalani pekerjaannya seperti sedia kala. “Selamat pagi, Stephanie,” ujar Merisa menyapa Stephanie yang tampak termenung menatap mantan meja kerja Sheryl. “Pagi,” balas Stephanie yang malas berbasa-basi dengan Supervisor timnya itu. Ia tahu mengapa Merisa menyapanya dengan begitu ceria. Sejak hari pertama kembali ke kantor setelah long weekend berakhir, Merisa tampak begitu ceria dan bersemangat di kantor walau kini sudah tak ada lagi karyawan temporer yang bisa disuruhnya melakukan scan atau fotokopi dokumen, maka sudah tak perlu ditanya

