“Makasih ya, Bang,” ujar Sheryl begitu ia mendarat di jok depan mobil mewah Radit. Ia memandangi Radit dengan penuh rasa haru. Pria tampan itu bak malaikat pelindungnya yang selalu melindunginya dari orang-orang yang berniat jahat padanya. “Santai aja,” balas Radit seraya tersenyum pada gadis di sampingnya, lalu menyalakan mesin mobilnya. “Aku nebeng sampai halte busway terdekat aja, Bang,” ujar Sheryl lagi saat mobil mulai berjalan menjauhi area parkir. “Rumah lo di mana sih?” “Di daerah Lebak Bulus, Bang.” “Oke, gue anter aja sampai rumah.” “Eh, gak usah, Bang. Aku bisa kok pulang sendiri. Aku cuma butuh tebengan sampai halte.” “Gue anter aja. Lo kan cewek. Bahaya pulang malem sendirian.” “Rumah Bang Radit di mana?” “Kebayoran Baru.” ‘Kan, tajir kan!’ ujar Sheryl membatin karen

