Bab 46 – Special Gift for Special Girl

1605 Words

“Malam, Sayangku,” ujar Radit di ujung telepon saat hari sudah menjelang tengah malam. Sheryl pun sudah bersiap untuk tidur. “Malam, honey bunny sweety-ku! Kamu kok baru telpon jam segini sih?!” protes Sheryl. “Maaf, Sayang. Aku lagi repot banget. Ini baru bisa istirahat,” balas Radit yang sudah berbaring di ranjang hotel tempatnya menginap selama di Surabaya, bersiap untuk mengistirahatkan tubuhnya setelah lelah bertarung dalam persidangan. “Huh! Sebenernya aku gak mau maafin, tapi aku kasihan sama kamu, jadi ya udah, aku maafin.” “Nah, gitu dong, Sayang. Gimana tadi interview-nya? Lancar gak?” Seketika Sheryl terbayang wajah Axel karena Radit menanyakan perihal wawancara kerja yang baru saja dijalaninya tadi sore. “Ya … lancar-lancar aja sih.” “Bisa jawab semua pertanyaannya?” “Bi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD