Sesampainya di rumah, Axel tak dapat beristirahat dengan tenang. Pikirannya dipenuhi bayang-bayang akan Radit yang dipergokinya tengah berkencan dengan seorang gadis cantik bertubuh seksi. Ah, dasar sial! Bisa-bisanya Sheryl jatuh ke tangan ke p****************g macam si bang Radit itu. Lagaknya saja bak pria sejati yang melindungi kekasihnya dari para perundung. Di belakang sang kekasih, pria itu menjelma sebagai buaya darat yang gemar mencari mangsa wanita-wanita berparas cantik dan bertubuh indah. Axel pun menyerah. Ia bangkit dari posisi berbaring di ranjangnya lalu ia ambil ponsel dari atas nakas dan menyalakan kembali data ponselnya. Ia ingin berselancar di dunia maya untuk mengetahui siapa kekasih Sheryl yang baru itu sesungguhnya. Kasihan sekali Sheryl jika pada akhirnya menikahi pria yang tak sepenuhnya mencintainya. Walaupun Axel menyumpahi pada Sheryl tak akan mendapatkan pria yang sebaik bahkan jauh lebih baik daripada dirinya, tetap saja ia tak ingin Sheryl menikahi pria dengan perilaku buruk.
Axel mulai mengetik nama Radit dan perusahaan tempatnya bekerja karena ia tak tahu nama lengkap kekasih baru mantan kekasihnya itu. Radit XXX Law Firm. Begitulah kata kunci yang ia cari di mesin pencarian. Ada beberapa nama Radit yang bekerja di XXX Law Firm. Salah satunya dari tim Information and Technology yang sudah pasti bukan Radit yang ia cari. Radit kekasih Sheryl adalah pengacara. Ia pun menemukan profil Radit yang dicarinya. Setelah dibuka, rupanya Radit yang ia temukan itu adalah pengacara berstatus Junior Associate yang baru saja lulus PERADI, yang artinya pria itu bukanlah kekasih Sheryl. Dan akhirnya ia pun menemukan profil Radityo Erlangga Hadiputro. Entah mengapa jantungnya seketika memompa lebih cepat. Ia tidak sedang melihat foto profil seorang wanita cantik bertubuh seksi. Namun, sepertinya profil Radit tidak main-main. Di profil LinkedIn-nya tertulis bahwa Radit merupakan lulusan universitas terbaik di Indonesia dengan meraih predikat IPK Summa c*m Laude dan memiliki gelar Law Legum Master dari Columbia University dengan IPK yang juga sangat tinggi. Tak hanya itu, Radit juga merupakan mantan ketua senat mahasiswa di kampusnya dulu. Ia juga sering kali memenangkan perlombaan debat hukum dan lomba basket. ‘Hah! pantesan aja si Sheryl klepek-klepek sama ini orang sampai mau diajak pacaran backstreet!’ ujar Axel membatin. Namun, yang paling membuat kedua mata Axel terbelalak hingga rasanya hampir copot adalah saat mendapati kenyataan bahwa Radit adalah salah satu pewaris HTK Group (Hadiputro Tanubrata Kimia Group). HTK Group adalah perusahaan turun menurun keluarga Hadiputro yang bergerak di industri kimia. Sebagian saham Hadiputro Kimia telah diakuisisi oleh Tanubrata Pharmacy yang mana Tanubrata Pharmacy adalah perusahaan turun temurun keluarga Tanubrata yang telah diwariskan kepada pewarisnya, yakni Ezra Julian Tanubrata yang menikahi Indah Karnasih Hadiputro. Indah adalah seorang model dan aktris ternama yang juga memiliki bisnis di bidang fashion, yang mana Axel sangat mengidolakan artis cantik itu sejak awal sang artis terjun ke dunia akting. Ia pun segera memastikan kebenaran tentang status Radit sebagai pewaris HTK Group dan sebagai kakak dari artis idolanya. Ya, ia pun terpaksa menerima kenyataan bahwa kekasih baru mantan kekasihnya itu bukan orang sembarangan. ‘J-jadi, … Sheryl pacaran sama pewaris HTK Group dan akan berbesanan sama artis terkenal Indah Karnasih?!’ teriak Axel membatin. Ah, yang benar saja! Mana mungkin Radit dengan latar belakang keluarga dan pendidikan sekeren itu mau bersanding dengan Sheryl yang hanya mewarisi toko kelontong ayahnya. Ya, Sheryl pintar, tetapi masih sangat jauh jika dibandingkan Radit yang meraih prestasi segemilang itu! Axel tidak ingin Sheryl mendapatkan pasangan hidup mokondo yang akan menyusahkan mantan kekasihnya itu ketika mereka sudah menikah, tetapi rasanya ia juga berat hati menerima bahwa Sheryl mendapatkan pria yang jauh lebih baik segala-galanya dibandingkan dirinya. Apa kata teman-teman mereka nanti jika Sheryl benar-benar menikah dengan pewaris HTK Group itu? Dulu mereka membicarakan Sheryl yang tampak menyedihkan setelah berpisah dengannya. Mereka membicarakan betapa mengenaskannya Sheryl yang memutuskan hubungan mereka dan berakhir sebagai pengangguran karena perusahaan tempatnya bekerja terpaksa gulung tikar karena kalah bersaing dengan perusahaan kompetitor yang lebih banyak berinovasi. Namun, kini Axel dapat membayangkan teman-teman mereka akan menertawakannya karena Sheryl berhasil mendapatkan pria tampan dan kaya raya, serta memiliki adik ipar seorang wanita yang sangat terkenal dan diidolakan oleh masyarakat luas.
***
Dag dig dug duer! Itulah yang dirasakan Sheryl setelah dua hari mengurung diri di rumahnya. Selain tak punya uang untuk pergi jalan-jalan ke mall, Sheryl juga sibuk memikirkan bagaimana cara meminta maaf pada Radit karena telah mengakuinya sebagai kekasih. Sheryl bahkan tak bisa tidur dengan nyenyak karena dihantui mimpi buruk. Di mimpinya Axel memberi tahu Radit bahwa Sheryl mengakui pria tampan itu sebagi kekasih barunya dan Radit pun tampak marah padanya. Sungguh, Sheryl tak mau hal itu terjadi. Radit bak malaikat tampan yang hadir di hidupnya yang sepi dan semakin sepi setelah Stephanie mengambil jatah cuti hamilnya. XXX Law Firm sungguh firma yang bagus. Firma hukum itu benar-benar taat hukum. Tak pernah memotong jam lembur yang diklaim karyawannya dan memberikan fasilitas mumpuni. Sayangnya, rekan kerja satu tim Sheryl tak begitu menerima kehadirannya, maka Radit adalah pengobat bagi kesepiannya di kantor firma hukum tempatnya bekerja itu. Namun, bagaimana jika Axel tak sengaja bertemu Radit dan mengatakan untuk menyampaikan salam pada kekasih Radit. Sheryl pun berteriak frustasi dan mengacak-acak rambut di kepalanya. Rasanya ia ingin sekali tiba-tiba resign agar tak perlu lagi bertemu dengan Radit. Betapa malunya jika para karyawan XXX Law Firm tahu ada seorang karyawan temporer yang mengaku-ngaku sebagai kekasih pengacara handal mereka. Sedang sibuk-sibuknya memikirkan bagaimana cara agar segera ditelan bumi, dering notifikasi ponselnya berhasil menyelamatkan pemikirannya yang kacau.
From: Axel Irwanto
[Sher, kemarin aku ketemu pacar kamu di Kemang]
Kedua bola mata Sheryl seketika membulat dan mulutnya ternganga. ‘Mampus! Aduh, gimana dong?!’ ujarnya membatin.
From: Axel Irwanto
[Kamu baik2 aja kan sama Radit?]
Sheryl mengerutkan dahinya membaca pesan ke dua yang dikirimkan Axel. Apa peduli pria itu atas hubungannya dengan Radit, pikirnya.
To: Axel Irwanto
[Iya. Emang kenapa?]
From: Axel Irwanto
[Kemarin aku liat dia dinner sama cewe lain]
Seketika Sheryl melempar pelan ponselnya dan ponsel itu mendarat sempurna di ranjang empuknya. Jantungnya berdegup kencang. Berbagai pikiran buruk berkecamuk. Bagaimana kalau wanita yang pergi dinner date dengan Radit yang dilihat Axel itu adalah kekasih asli pria tampan itu? Bagaimana kalau sebenarnya Axel sudah mengetahui kebenaran bahwa gadis itu adalah benar kekasih Radit? Mau ditaruh di mana mukanya? Sheryl pun panik dan menangis. Ia mengutuki dirinya sendiri yang masih saja miskin di usianya yang sudah seharusnya memiliki pendapatan mumpuni. Andai saja ia memiliki uang yang banyak, ingin rasanya ia pergi ke luar negeri, entah di Amerika atau Eropa, dan memulai kehidupan baru di sana agar dapat menghindar dari ejekan Axel dan amarah Radit.
***
Satu jam telah berlalu sejak ia mengirimkan pesan singkat pada Sheryl untuk memberikannya informasi tentang kemungkinan perselingkuhan yang dilakukan oleh Radit. Satu jam pula berlalu sejak Sheryl membaca pesan singkatnya itu, tetapi tak jua gadis itu membalas pesannya. Axel menjadi khawatir. Ia pandangi layar ponselnya dan kembali membaca pesan singkat yang ia kirimkan ke Sheryl. ‘Duh, apa jangan-jangan si Sheryl langsung nelpon Radit? Jangan-jangan mereka berantem gara-gara gue kasih tau Radit jalan sama cewek lain,’ ujar Axel membatin. Ia pun kembali mengirimkan pesan singkat pada Sheryl untuk memastikan keadaan mantan kekasihnya itu.
From: Axel Irwanto
[Sher? Are you ok? Kamu gak bohong kan?]
Sebenarnya ada dua kemungkinan dari kejadian itu yang dipikirkan Axel. Radit berselingkuh atau Sheryl berbohong mengenai hubungannya dengan Radit. Namun, intuisinya kuat mengatakan bahwa kemungkinan ke dua lebih benar adanya.
Ting! Ponselnya membunyikan notifikasi pesan singkat. Sheryl membalas pesan singkatnya.
From: Sheryl Arsyanendra
[Oh iya kemarin Radit bilang mau ketemu sodaranya]
Axel menyunggingkan seringainya. ‘Gotcha! Kamu bohong, Sher!’
***
From: Axel Irwanto
[You lie! Radit bukan pacar kamu]
Sheryl tampak murka membaca pesan singkat yang baru saja diterimanya. Bisa-bisanya Axel memergoki kebohongannya. Sheryl yakin Axel hanya belum bisa menerima kenyantaan bahwa sumpahnya tidak berlaku dan kini ia memiliki kekasih baru yang jauh lebih tampan dan lebih kaya daripada mantan kekasihnya itu. Dengan penuh semangat membara, Sheryl membalas pesan singkat itu.
To: Axel Irwanto
[Kenapa? Kamu jealous?]
Huh! Sheryl mendengus kesal setelah pesan singkat itu berhasil terkirim ke mantan kekasihnya. Enak saja pria itu mau meledeknya. Akan ia buktikan bahwa dirinya bisa mendapatkan pria yang jauh lebih baik daripada mantan kekasihnya itu. Namun, semangat membara Sheryl seketika lenyap saat Axel kembali mengirimkan pesan terbaru padanya.
From: Axel Irwanto
[Kamu tau siapa Radityo Erlangga Hadiputro?]
Sheryl menelan ludahnya. Tangannya bergetar hingga ia memutuskan untuk meletakkan ponsel di atas ranjangnya. Bagaimana Axel bisa tahu nama lengkap Radit? Jika Axel tahu nama lengkap Radit artinya mantan kekasihnya itu pun dapat mengetahui identitas asli Radit melalui mesin pencarian Google. Setelah diingat-ingat lebih jauh lagi, HTK Group adalah klien kantor konsultan XYZ. ‘Jangan-jangan perusahaannya si Radit kliennya Axel?! Huah, mampus kuadrat!’ ujar Sheryl membatin. Ia pun merengek kesal sambil memukuli boneka beruang pemberian Axel saat ia lulus sidang dan mendapatkan gelar Sarjana Ekonomi Akuntansi.