Sejak tadi pagi, Sheryl tampak tak bisa diganggu. Ia ingin agar semua pekerjaannya hari itu selesai sebelum pukul lima sore. Hari itu ia kembali harus mengikuti sesi latihan menari bersama para rekan-rekan sesama new joiner. Ia irit bicara. Matanya tetap fokus ke layar laptop. Telinganya dipasangi earphone untuk menandakan bahwa ia benar-benar tak mau diganggu. Bahkan, aplikasi Microsoft Teams-nya pun ia nonaktifkan. Ia benar-benar harus berkonsentrasi pada pekerjaannya di laptop agar tak diganggu oleh Merisa yang hobi sekali meminta tolong ini itu padahal itu bukan tugas utama Sheryl. “Sheryl, makan, yuk,” ujar Hanny saat menghampiri meja kerja Sheryl. Ia ingin mengirimkan pesan pada Sheryl untuk mengajaknya makan siang. Apa daya jika sang karyawan temporer itu justru menonaktifkan Micro

