Drama Makan Sahur

1118 Words

Bu Aan terbangun ketika mendengar seorang anaknya menangis dari kamar sebelah. Ia segera beranjak dari ranjang yang ditidurinya bersama suaminya. Hanya butuh beberapa langkah saja untuk mencapai kamar anak-anak. Tirai disibak, kemudian Bu Aan masuk, mendekati tempat tidur Si Kembar, dan melihat Prihatini terisak sambil berguling ke kanan dan ke kiri. Matanya masih terpejam, namun tubuhnya tampak gelisah. Bu Aan menyentuh kening anak ke duanya itu, dan ternyata keningnya lebih panas dari biasanya. Tubuh Prihatini demam. Prihatini yang merasa keningnya di sentuh tiba-tiba terbangun, ia membuka mata lantas memeluk Ibunya. “Emak!” suaranya parau. “Neng Tini gak enak badan?” tanya Bu Aan lirih, antara takut membangunkan Prita dan takut membuat Prihatini menjadi panik. Prihatini hanya menga

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD