Minggu pertama puasa suasana di pasar masih sepi, beberapa lapak bahkan banyak yang tutup, entah karena semalam harus bangun makan sahur jadi siangnya mengantuk, atau termakan doktrin “tidurnya orang berpuasa itu ibadah”? Entahlah, tapi hari ini Bu Aan tetap ke pasar untuk membuka lapak seperti biasa. Ternyata lapak Ceu Romlah juga buka hari ini, sedangkan yang dipinggirnya itu, lapak Ceu Euis, tutup, mengikuti beberapa toko lainnnya yang berada satu blok. “Tidak tutup dulu, Ceu?” sapa Bu Aan pada Ceu Romlah. “Kalau tutup, saya gak makan dong, Ceu,” sahut Ceu Romlah. “Emang hari ini sudah ada pembeli, Ceu?” tanya Bu Aan lagi. Ia memang selalu tiba belakangan setelah Ceu Romlah membuka lapak. Pernah suatu hari Bu Aan coba datang pukul 7 pagi, yang biasanya datang dan membuka toko sekit

