Bu Tatang Kesal

1167 Words

Siang hari yang terik, waktunya yang  nikmat untuk menyeruput segelas es kelapa muda. Kalau bukan karena ketaqwaan, orang-orang pasti sudah berbondong-bondong ke warung es kelapa kopyor yang tepat berada di gerbang masuk pasar. Suasana pasar siang itu masih seperti biasanya, belum ada lonjakan pengunjung. Biasanya mendekati hari raya, barulah pembeli berdatangan. Yang paling laris itu blok pakaian dan blok sembako. Tentu saja toko yang dijaga Bu Aan kebanjiran pelanggan juga. Bajakan meningkat hingga 200 persen dari hari biasa jika mendekati hari raya. Sejak kejadian memakai nama Bu Aan dan Bu Tatang untuk menerima bansos Haji Kosim, Teh Tari belum menampakkan batang hidungnya lagi di lapak Bu Aan, entah ia merasa malu atau memang stok sembako di warungnya belum habis. Bu Aan pun begitu,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD