Andin memang jarang belanja ke pasar, apa lagi di pagi menjelang siang, saat jam kantor sedang sibuk-sibuknya. Karena Andin memang seorang wanita pekerja kantoran. Itu menurut cerita Bu Tatang yang memang lumayan sering mengobrol dengan Mak Iroh, pembantunya. Andin bekerja di salah satu Bank milik pemerintah, yang kantornya cabangnya tepat berada di sebelah alun-alun kecamatan. Jabatannya sebagai Senior Teller. Tidak banyak yang mengenal Andin, kecuali nasabah Bank di mana ia bekerja, karena ia memang jarang bergaul dengan masyarakat sekitar karena sibuk. Jam kerjanya saja dari pukul tujuh pagi hingga pukul lima sore. Bahkan Bu Aan pun tidak mengenalnya. “Lagi gak ngantor, Teh?” tanya Bu Aan. “Iya, lagi cuti, Ceu,” “Oh gitu, ada lagi, Teh?” “Hmm... apa lagi ya?” Andin berpikir. “Tel

