Perjalanan Ke Ibu Kota

1171 Words

Bu Aan menunggu dengan harap-harap cemas di teras rumah, ia takut mobil jemputan sulit menemukan alamat rumah kontrakannya. Maklum lah, kontrakan Bu Aan meski di pinggir jalan besar, namun bukan jalan utama yang sering dilalui mobil, tidak seperti kediaman orang tuanya, yang tepat di pinggir jalan raya provinsi, yang tinggal menyebutkan ciri-cirinya saja penduduk akan langsung tahu. “Sudah ada, Neng?” tanya Pak Sumitro jadi ikut-ikutan cemas. “Belum, Mas,” jawab Bu Aan. Anak-anak sudah siap dengan pakaian terbaiknya, mereka akan pergi ke kota besar untuk pertama kalinya. Seperti yang diminta Anggi, tidak banyak barang yang mereka bawa. Selain memang bingung harus membawa apa, alasan lainnya takut mobil sedan Imam penuh sesak. Agar tidak datang dengan tangan kosong, kemarin sepulang dar

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD