Ketika Itu

1262 Words

“Iya, Bu, kalau misal ibu lagi gak ada buat uang muka, bisa ditalangin dulu, Bu. Jadi nanti Ibu tinggal bayar cicilannya ke Kang Yayat, jadi beli gak perlu uang muka lagi. Lebih detail akan dijelaskan oleh Kang Yayat, ya!” lalu salah satu Sales mempersilakan seorang dari mereka untuk menjelaskan lebih detail, tentang peminjaman uang ala Bank Emok, yang sedang menjamur saat ini di kampung Bu Aan. Karena Bu Aan sudah pernah mendengar tentang ini di pasar, makan Bu Aan tidak terlalu antusias, lagi pula Bu Aan memang tidak tertarik meminjam uang apa lagi ke Bank Emok. Lebih-lebih ini, harga barangnya saja sudah di-mark up oleh Si Sales, supaya dapat untung, ditambah lagi bunga cicilan untuk pinjaman uang ke Bank Emok. Baru membayangkan nya saja sudah membuat kepala pening. Bagaimana nanti kal

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD