Mak Iroh yang Malang

1079 Words

Dari balik jendela sebuah Bank, seseorang sedang memperhatikan Bu Aan dan Mak Iroh yang sedang berjalan berdua menuju pasar. Pasar yang letaknya tepat di seberang Bank itu, memungkinkan Andin untuk mengintip dari dalam. Meskipun untuk orang yang memang tidak niat mengintip, kedua ibu-ibu itu mustahil terlihat di tengah hilir mudik orang banyak di depan pasar. “Mau ke toko saya dulu, Mak? Apa langsung belanja sayuran?” tanya Bu Aan yang berniat masuk ke lorong menuju blok sembako. “Saya cari dulu sayuran aja, Bu. Takut keburu habis. Nanti saya langsung ke sana, sekalian bayar hutang kurang kemarin ke Mak Tatang,” jawabnya. “Ya sudah, saya masuk dulu ya, Mak!” bu Aan pamit kemudian berjalan menuju lorong. Baru membuka toko sudah ada beberapa pembeli yang datang. Dengan cekatan Bu Aan mel

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD