Part 17. Bimbang

909 Words

“Aku laki-laki. Aku bisa menikah dengan siapapun tanpa harus izin dengan orang tuaku. Aku akan tetap menikahi kamu, Sha. Ayo kita pergi ke rumah orang tua kamu. Aku akan lamar kamu secepatnya.” Aisha menggeleng keras menanggapi perkataan Yusuf barusan. “Memang, hanya anak perempuan yang terikat dengan perwalian dari ayahnya saat akan menikah. Kamu tau, perempuan ketika menikah, akan menjadi milik suaminya. Tapi anak lelaki sampai kapanpun akan tetap menjadi milik ibunya.” “Kalau kamu berkeras mengawali sebuah pernikahan tanpa restu dari kedua orang tua kamu, entah apa yang akan terjadi ke depannya nanti. Yang pasti, aku nggak mau hal itu terjadi, karena akan menimbulkan masalah besar nantinya. Aku nggak mau ambil resiko jadi menantu durhaka yang dimusuhi mertuanya karena menjauhkan kamu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD