Setelah semalaman berpikir keras, Arthur melangkah memantapkan hatinya untuk melakukan tindakan yang menurutnya sudah benar. Hati siapa yang tidak sakit jika melihat orang yang dicintainya menderita karena orang lain. Arthur ingin membuat Viola bahagia, setidaknya dengan usahanya yang sedikit ini. Arthur tidak tahu apa yang akan terjadi setelah dirinya kembali ke dalam tubuhnya. Jadi, sebelum semuanya terlambat—tentu saja Arthur harus melakukan sesuatu yang bisa menolong Viola. Viola baru saja keluar dari kamar mandi dengan menggunakan seragam sekolahnya. Perempuan itu hanya sebentar menatap ke arah cermin—tidak pernah percaya diri untuk berlama-lama memandang dirinya sendiri, entah karena apa. Arthur mengamati semua gerak-gerik Viola. Dari cara menyisir rambutnya, dari senyuman tipis ya

