“Tolong undur!” “Baik Tuan.” Senyum yang tadi sempat pudar, kini mulai kembali terulas. Memikirkan jika sekarang sedang ada yang menunggunya di rumah, membuat Evan semakin bersemangat untuk cepat-cepat bertemu dengan Kayla. *** Sementara itu, Kayla di rumah juga tidak sabar menunggu kedatangan Evan. Dia bahkan memilih untuk duduk di teras rumah. Bibirnya mengulas senyum lebar dengan kaki yang diayunkan di atas kursi sambil menatap ke arah gerbang. “Kok lama, yah?” Bibirnya berubah cemberut tatkala belum ada tanda-tanda sang suami akan pulang. Dirinya kembali melihat ke arah ponsel yang mana pesannya belum juga mendapatkan balasan lagi. “Katanya tadi sudah on the way?” Kayla lau menaruh ponselnya kesal ke samping tubuhnya, dia lalu melihat kembali pagar tinggi itu dengan tangan yang

