Chapter 18. Mendekati Nando Dan Nanda.

1331 Words

Menyadari tatapan dalam kekasihnya ke arah lain, Brenda pun mengikuti arah mata Dava tertuju. Betapa terkejut dirinya, ketika melihat dua anak kecil yang beberapa hari yang lalu membuat rusuh dirinya di mall. “Ck, menyebalkan!” dengusnya lirih. Seketika, bibir Brenda pun mengerucut kesal. Tidak habis pikir, apa yang sedang kekasihnya pikirkan tentang kedua anak kecil itu, membuat moodnya semakin bertambah kesal kepada Dava. Padahal, baru hari ini ia mau memaafkan kesalahannya yang sudah mengabaikan dirinya sejak pulang dari mall itu. “Apa yang sedang kamu pikirkan, Mas? Kenapa harus melihat mereka seperti itu, huh? Kamu anggap apa, aku ini? Apa mereka lebih penting dari keberadaanku di sini, Mas?” cecar Brenda menumpahkan rasa kesalnya. Sontak, Dava pun tersentak lirih dari lamunan. Ia

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD