Prank! Gelas air minum Nadira terlepas dari genggaman tangannya tiba-tiba, membuat jantungny seketika terkejut. Air matanya yang sedari tadi menetes, semakin deras membasahi wajahnya. Ia merasakan firasat yang tidak baik terjadi dengan calon suaminya. Ponsel Dava mendadak tidak aktif, tidak bisa dihubungi. Medina yang sedari tadi menemaninya pun nampak berusaha untuk tetap bersabar menenangkan hati Nadira agar tetap tenang. Namun, Nadira tidak tenang sama sekali, semakin panik dan gelisah dengan waktu yang semakin berjalan cepat. “Biar aku saja yang beresin, Ra!” seru Medina ketika melihat Nadira yang hendak berjongkok. Nadira menggeleng lirih, keras kepala dengan apa yang ia lakukan. “Jangan, Ra! Nanti, kamu terluka. Siapa yang akan repot, huem?!” cegah Medina sambil menahan gerakka

