Keluarga besar Brenda tak terima dengan pernyataan dari Saka dan istrinya. Mereka sangat marah besar, atas keputusan sepihak tersebut. Brenda pun meraung-raung meminta keadilan, akan sikap tidak berdasar Dava yang main membatalkan pernikahan yang ia impikan. Ia tidak terima begitu saja, dengan pernyataan calon mentuanya tersebut. Perdebatan pun terjadi cukup hebat, membuat suasana di ruang tamu menjadi riuh. Bahkan, para pelayan yang bekerja di keluarga Anggara pun, nampak mencuri dengar dengan sembunyi-sembunyi di balik dinding penyekat ruang tamu. Reza Anggara, sebagai kakak laki-laki satunya Brenda pun sampai ikut campur dengan urusan pernikahan adiknya, karena ikut mendengar keriuhan tersebut. “Waduh-waduh, kenapa jadi ramai begini? Tolong, dibicarakan baik-baik lah, jangan tegang

