Dava tertawa puas melihat wajah melongo Nadira. Apa yang diucapkannya ternyata sangat membuat wanitanya shock. Apalagi kalau sampai ia ingin melamarnya detik ini juga, bisa-bisa jatuh pingsan. Nadira menatap sinis ke arah Dava yang tertawa setelah menyatakan sukanya. Ia bukan wanita mur4han yang mau menerima lelaki yang sudah mempunyai kekasih, terlebih lagi sudah bertunangan. “Ck! Pak Dava, jangan gila! Pak Dava itu sudah punya tunangan. Apa nggak malu menyatakan suka kepada saya, huh?” hardiknya sambil menyilangkan kedua tangannya di depan d4da. Dava menghentikan tawanya, lalu mencondongkan wajahnya untuk mengikis jarak. “Aku sudah gila sejak enam tahun yang lalu, Nadira Raka Bumi. Aku sudah gila sejak kamu meninggalkan aku seperti sampah yang tidak berharga. Dan, mulai hari ini, jang

