Noval akan berteriak jika Draka tidak menutup mulutnya. Noval tidak tau ini nyata atau tidak. semua bagai mimpi. namun udara dingin dan hembusan angin ini mustahil ini cuma mimpi. Noval tidak tau Draka akan membawanya kemana.
"Rileks, Non,"ucap Draka tersenyum.
Masih sempat-sempatnya dia pasang wajah ganteng gitu. sadar loe Noval. Semua cowok ganteng loe suka.
Jantung Noval semakin berdetak kencang. pikirannya dipenuhi dengan hal-hal aneh. jangan-jangan... dia merinding membayangkan pikiran yg tidak-tidak di dalam otaknya. sampailah mereka di dahan pohon yang tinggi. Noval tidak memperhatikan itu pohon apa. Dia agak pusing. Draka mendudukkan Noval di dahan pohon yang besar itu.
"Hei...sudah sampai," Draka tersenyum menatap Noval dengan mata dinginnya.
Noval mencubit pipinya kuat.
"Aduh...ternyata benaran bukan mimpi," ucap Noval dalam kebingungan. Draka terkekeh. Dia masih terbang berada di depan Noval.
Memang benar gadis yang imut. Ingin segera memakannya. haaahhh...
Draka sudah duduk di sebelah Noval.
"Coba lihat ke depan,"tunjuk Draka.
Noval menutup mulutnya yang menganga. di depan sana mereka disuguhi pemandangan yang indah. Lampu-lampu kota yg indah, mobil-mobil kendaraan yang berseliweran.
"Cantik banget," ucap Noval kagum.
"Tapi tidak lebih cantik dari kamu," ucap Draka menatap wajah Noval.
Wajah Noval memerah tapi dia berusaha menguasai diri.
"Gak ada uang receh," ucap Noval jutek.
"Maksudnya?"tanya Draka bingung.
"Nggak, itu lampu-lampunya kayak koin receh," jawab Noval ngasal.
Mereka diam namun Noval merasa merinding. Dia menggigil.
"Nih, berbagi jubah," tawar Draka menutupi Noval dengan jubahny. Namun jarak mereka semakin dekat membuat Noval berdebar.
"nggak usah sok baik. ngapain loe bawa-bawa gue terbang. loe itu manusia apa bukan?" Noval mulai marah dan melemparkan jubah Draka.
"Nggak usah sok tangguh, makhluk kayak kalian gak tahan dengan hawa dingin," Draka menggeram kemudian membuka jubahnya dan menutupi Noval.
"Emang loe makhluk kayak apa?"Noval bertambah marah. "Gue mau turun." Noval memperhatikan ke bawah. Sangat gelap. Dia menyadari bahwa mereka berada di ketinggian maksimal. Noval menelan ludahnya.
"Kalau mau turun silahkan turun. walau kamu berhasil turun kamu gak tau kan apa yang sudah menunggumu di bawah," Draka memperingatkan.
Noval menelan ludah. emang apa yang sudah menunggunya di bawah? binatang buas atau apa? Noval merinding.
"Gue gak takut,"ucap Noval yang mencoba berdiri tapi, "aaahhh..." sayang dia tergelincir oleh jubah Draka. Draka segera menangkapnya dan... cup...
Karena insiden itu tanpa sengaja Noval mengecup bibir Draka. Noval segera memalingkan wajahnya. Wajahnya memerah dan dia menangis.
"Katanya berani mau turun, ini malah mencium saya," ejek Draka.
"Siapa suruh loe nangkep gue,"jawab Noval terisak. "Itu ciuman pertama gue yang seharusnya gue kasih ke..."
Noval menangis sesenggukan tidak melanjutkan kata-katanya.
"itu bukan ciuman bodoh, itu kecupan... atau mau saya tunjukkan ciuman sesungguhnya?"tantang Draka.
"pokoknya gue mau pulang,"ucap Noval masih menangis.
Draka menghela nafasnya.
"Cewek di luar sana juga banyak yang udah rusak seumuran kamu, masa' gara-gara hanya sebuah kecupan kamu fikir bisa buat kamu hamil? lagipula itu hanya insiden yang kamu buat sendiri. jadi sebenarnya yang korban di sini saya, karena saya yang kamu kecup,"ucap Draka panjang lebar.
Noval cemberut. Nih makhluk sungguh keterlaluan. udah nyulik gue. bawa gue ke tempat yang jauh. bawa gue di atas pohon yang tinggi. mencuri ciuman pertama gue yang harus gue kasih ke bang Rehan. Noval semakin menangis.
"Udah lah nagisnya, gak usah berlebihan,"ucap Draka dingin. "Nanti saya cium betulan baru tahu rasa,"ancam Draka.
Sebenarnya Draka merasa bergejolak saat ini. apalagi berada di dekat perempuan berdarah manis ini. Draka ingin sekali menerkamnya. Namum dia tetap menahannya demi sang ibunda Ratu.
"Sebenarnya loe mau apa sama gue? HAH..."tanya Noval. "Ayo cepat jawab!" Harga diri Noval merasa direndahkan karena pria ini sama sekali tidak mau minta maaf.
"Saya punya satu permintaan..." ucap Draka dingin.
***
oke para Readers semangat terus bacanya biar saya juga semangat nulisnya. ???