Sakit

638 Words
Keesokan harinya Noval terbangun dengan kepala yang berat. dia mengingat-ingat kejadian semalam dengan datangnya Draka dan membawanya terbang, serta insiden kecupan semalam. apa benar itu nyata, mimpi atau hanya hayalannya dia tidak tau persis. "Val, udah bangun Nak?"sebuah ketukan pintu membuyarkan lamunan Noval. "Iya mah..." Noval beranjak tapi dia merasa pusing. Lastri memperhatikan Noval dan memegang dahinya. "Kamu demam Nak, kening kamu panas,"ucap mama cemas. "Gak usah sekolah hari ini nanti mama telfon dokter Roby biar datang." Noval mengangguk dan kembali berbaring. Ponselnya berdering. '**Assalamu'alaikum, Non' sapa suara diseberang. 'wa'alaikum salam,' jawab Noval lemas. 'Napa lo? sakit? suara lo lemes gitu,' tanya Dea. 'Iya nih, demam, permisiin gue yah,' ucap Noval. 'Oke bos,' jawab Dea. 'Assalamu'alaikum,' 'wa'alaikum salam,' jawab Noval**. Dia kembali tertidur. "Hey..." terdengar suara samar-samar. Mata Noval sangat berat dibuka. "Saya yakin ibunda Ratu bisa segera sembuh hanya dengan satu tetesan darahnya," ucap seseorang. "bahkan dengan memakannya komunitas kita akan panjang usia," ujar yg lainnya. "Tapi, Drako sudah memperingatkan kita untuk tidak sembarangan. kau tau bagaimana kalau dia marah," ucap suara yg lain. "Hm...tubuhnya sangat harum,"ucap yg lain. Noval merasa sedikit geli ada yg mengendus tangannya. Dia pun membuka mata. "Aaaaarrrrggggghhhh....." Noval menjerit keras. Dia diborgol kaki dan tangannya. Ruangan itu begitu dingin dan gelap. hanya ada cahaya obor. Noval berbaring di sebuah kasur yg dingin seperti es. Orang di sekelilingnya tertawa seram. Terdengar suara langkah kaki dengan cepat. Tampaklah di sana Draka dengan temannya Jay dan Bray. Namun pakaian mereka seperti jubah dan ada taring di giginya. Jantung Noval berdetak kencang sepertinya keanehan-keanehan yang terjadi selama ini benar. bahwa mereka adalah drakula. Noval merasa merinding. namun dia menguasai dirinya agar tidak menangis. "Mau apa kalian? siapa kalian?" jerit Noval. Draka mendekatinya dan menatapnya dalam dengan mata elangnya. "maafkan aku, sepertinya tadi malam aku sudah mintamu," ucap draka dingin. "aku hanya ingin darahmu." draka mendekat dan... "aaaaarrrrrgggghhhh...." draka menancapkan benda di lengan Noval kemuadian mengambil beberapa mili darah di dalam sebuah wadah kaca kecil. "lepaskan aku..." Noval menjerit. "Lepaskan aku..." Namun Draka tetap diam menatap Noval dalam. "Kamu jahat...aku benci..." Noval menjerit. Draka mendekat ke wajah Noval. kali ini dia mau apa? jangan jangan dia mau gigit leher gue. batin Noval. wajah draka semakin mendekat...taringnya semakin kelihatan...Noval memejam matanya. detik berikutnya terasa dingin di kening Noval. Noval membuka matanya. ternyata draka mengecup keningnya. "lepaskan dia,"ucap Draka. "Tapi bos..." seseorang membantah. "kamu dengar...aku bilang lepaskan dia." jerit draka marah. "Maaf val," ucap Jay tersenyum. Noval menangis. "Bro...dia..." Jay tidak jadi melanjutkan kata-katanya. Draka berbalik dan memeluk Noval yg sudah dilepas pergelangan tangan dan kakinya. "maaf kan aku...maaf..." ucap Draka mengelus rambut Noval. Noval yg diperlakukan demikian merasa nyaman walaupun masih menangis dan banyak pertanyaan yg ingin ditanyakannya secara serius dengan Draka. "kenapa kamu melakukan semua ini sama aku?"tanya Noval. "itu...karena...aku..." "Val...bangun...Nak...Val..." ucap suara samar. Noval membuka matanya ternyata dia sudah di kamarnya. sudah ada dokter dan mamanya yg kelihatan khawatir. "Kamu kenapa Nak? ngigo gitu. lain kali baca do'a mau tidur,"ucap lastri cemas. "sudah saya suntik dan ini obatnya yah bu, banyak makan sayur dan buah serta minum air putih supaya cepat pulih. obatnya juga diminum," ucap dokter. Noval memandang lengannya yg disuntik. masih terasa sakit seperti ditusuk dalam mimpinya tadi. "Makasih dokter,"ucap Noval pucat. "Makasih yah Dokter,"ucap Burhan yg baru datang. "Papa gak ke kantor?"tanya Noval. "Sebentar papa singgah Nak. mamamu tadi telfon kamu ngigo," ucap burhan. "maaf pa, ma. udah ngerepotin" ucap Noval. "ih..apa sih Noval ini," Lastri gemes mencubit kecil lengan Noval. "uda ayok makan buburnya mama suap." Noval bahagia memiliki papa dan mama yg pengertian. "kalo begitu saya permisi, pak, buk, Val,"ucap dokter. "cepat sembuh Noval." "iya om, makasih om,"ucap Noval. Dokter Roby sebenarnya adalah om nya Dea dan Rehan. Ting...tong... suara bel rumah berbunyi. *** maaf yah reader terlalu lama up date. lagi sibuk ngurusin bayi. harap maklum. pantengin terus yah. ?
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD