Treet ... trett ... treet ... Suara getaran ponsel membuatku terbangun. Karena mata masih sangat terasa berat, aku mencoba meraba di mana letak ponsel itu berada. Karena tak kunjung menemukannya, aku segera bangkit dari tempat tidur lalu mulai mencarinya. Setelah mencari ke sana ke mari ternyata ponselku itu terjatuh di sela-sela tempat tidur. Nama Arisa muncul di dalam layar. Aku menjawab panggilan itu. "Ya, Sa," ucapku dengan suara parau. "Lo baru bangun?" tanya Arisa. "Iya, gue baru aja bangun," jawabku. "Ada yang mesti gue omongin," ucap Arisa serius. "Lo di mana sekarang?" tanyaku. "Gue ada di rumah," jawabnya. "Kalau gitu gue ke rumah lo aja deh. Biar kita bisa bicara berdua aja. Kalau di sini takutnya ada Robin." "Robin tau kalau kita pergi ke kampus?" tanya Arisa ka

