"Gue benar-benar bukan pacar yang berguna. Gue bahkan engga bisa nganter dia pulang dan biarin dia pulang naik motor sendirian," keluh Gali dengan helaan napas panjang. Berselang dari keluhannya itu, sebuah bantal melayang dan mengenai kepalanya dengan telak. Gali melotot, kembali melemparkan bantal tadi ke arah Luas dan Nendra yang kemudian gagal menghindar. "Kalian memang jagonya main kekerasan ya? Bahkan Betrand sampai harus masuk rumah sakit karena kalian," omel Gali. Bukannya merasa bersalah, kedua temannya justru tertawa bersamaan yang kemudian membuat Gali juga ikut tertawa. "Lo ingetin lagi, gue jadi ngerasa lucu. Mukanya kayak orang bodoh banget. Dipukulin tapi diam aja," timpal Nendra dengan kekehan geli. Lucas yang sudah bisa mengendalikan tawanya, ikut menyahuti. "Dia buk

