Gali menggelengkan kepalanya, mengusir bisikan setan jahat yang merayu nya untuk mengambil kesempatan dalam kesempatan, karena ini benar-benar kesempatan dan tidak sempit. Lova tertidur dengan berbantalkan pahanya, sedangkan dia sedari tadi tidak bisa mengalihkan matanya pada sosok leher jenjang Lova. Bisakah dirinya mengecup disana sekali saja? "Haish! Dasar Gali m***m," umpat nya pada dirinya sendiri. Lalu ia memilih menyibukkan diri, membuka ponsel miliknya hanya untuk sekedar melihat lama pribadinya. Tapi nahas, Lova yang tadi terlelap begitu nyenyak tiba-tiba menggeser posisi tidurnya hingga secara reflek tangan Gali menahan tubuh gadis itu. Yang menjadi mala petaka bagi Gali adalah, karena tangannya terpeleset dan malah memegang area belakang kepala Lova yang sekaligus menyentuh

