2.16

1524 Words

"Aku beneran hampir gila!" Gali terkekeh melihat wajah kekasihnya yang pucat. Tangannya naik, mengusap rambut Lova dengan lembut. "Kamu udah ngelakuin semua yang terbaik. Makasih juga karena kamu udah dengan gagah berani memperjuangkan aku di depan Ayah dan semuanya. Aku sampai terharu," ujarnya. Ia tertawa saat Lova kemudian menoleh dengan tatapan sinis padanya. Sejujurnya Gali benar-benar tidak menyangka jika Lova akan melakukan hal itu di depan keluarganya. Ia kira kekasihnya hanya akan meminta keadilan atas apa yang terjadi pada ibunya satu tahun lalu. Siapa sangka Lova akan meminta restu kepada Ayahnya atas hubungan yang mereka miliki. Bahkan Lova dengan berani meminta Ayahnya untuk tidak menjatuhi hukuman apapun atas apa yang telah dilakukannya saat pesta itu, tentang pembatalan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD