2.10

1541 Words

Seperti dalam sebuah drama atau serial keluarga yang menguras banyak air mata, Diva langsung berlari dengan mata yang basah saat anak bungsunya akhirnya pulang. Ia memeluk Galilleo, tidak henti menggumamkan kata maaf dan menyesal berulang kali. Sedangkan Galilleo hanya bisa tersenyum kaku dengan tangan yang mengusap punggung tua ibunya itu. "Maafin Ibu ya, Nak. Ibu kurang perhatian sama kamu dan malah nyakitin kamu tanpa Ibu sadari," ujarnya dengan isak kecil. Gali mengangguk, masih dengan tangan yang terus mengusap punggung ibunya. "Maafin Gali juga karena udah bertingkah keterlaluan sampai kabur dari rumah. Gali bukannya menghindari masalah, tapi Gali cuma engga mau ada keributan yang lebih besar di rumah ini. Jadi karena Gali merasa kehadiran Gali cuma akan memperkeruh suasana, Gal

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD