21

1549 Words

Pada dasarnya, Lovandra bukanlah orang yang akan perduli dengan apa yang dikatakan orang lain, terlebih hal yang tidak menyangkut tentang dirinya. Tapi saat mendengar dua kata yang diucapkan seorang Abraham dengan pelan tadi, dua kata yang bahkan Lova tahu bahwa ada ketidaksukaan yang ketara di dalamnya itu, telah mengusiknya sedemikian rupa. Apalagi Gali mengatakannya dengan wajah menunduk dan tidak menampakan ekspresi apapun. "Bu Lova beneran langsung pulang? Ini masih siang loh." Lova mengangkat pandangan, tidak sadar jika kini ketiga manusia di dekatnya sedang menunggu jawaban darinya atas pertanyaan yang tadi Irene ucapkan. "Ehm.. Ya. Saya kayaknya pulang aja," katanya dengan senyum kecil. Wajah-wajah itu entah kenapa terlihat tidak puas dengan jawabannya. Bahkan si Casanova yang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD