Sudah jelas dan sudah dapat dipastikan jika sebuah petaka yang tidak main-main sudah menunggu dirinya di rumah. Itulah kenapa Galilleo sempat berpikir untuk tidak pulang ke rumah dan memilih pulang ke rumah Lucas saja setelah dirinya mengantar pulang Lovandra dengan aman ke rumah gadis itu. Namun dia tidak melakukan itu pada akhirnya, karena Galilleo tidak ingin lari lebih jauh lagi. Karena Galilleo ingin sekali saja berdiri dengan kakinya sendiri, menghadapi aturan tebal yang sudah mengukung dirinya semenjak dulu. Mobilnya terhenti di depan sebuah gerbang tinggi kediaman Abraham. Satu klakson dia bunyikan, mengundang seorang pria paruh baya berlari tergopoh menyongsong gerbang itu dan membukanya. Galilleo melanjutkan perjalanan singkatnya, sebelum kemudian mematikan mesin, melepas s

