Kerajaan Demon malam itu terasa sangat mengerikan. Kemarahan sang pangeran tidak bisa ditolerir. Semua demon tidak ada yang bisa menenangkan sang pangeran. Sang pangeran marah. Amat sangat marah mendengar kematian calon permaisurinya di tangan seorang manusia fana. Memang sang pangeran tidak terikat ikatan mate dengan calon istrinya. Tapi dia dan calon istrinya saling menyukai. Di dalam dunia para makhluk kecuali manusia, mereka terikat dengan benang merah ikatan mate.
Itu seperti cinta pada pandangan pertama yang saling menarik tubuh mereka. Seperti sebuah kebutuhan yang harus mereka penuhi. Seperti tetesan air untuk dahaga mereka yang tidak pernah terpuaskan.
Hubungan mate tidak akan pernah terputus sampai kapanpun. Jika satu meninggal maka yang lain tidak pernah utuh lagi. Mereka akan saling mengikat, mereka tidak akan bisa saling menyakiti fisik, malah mereka akan cenderung melindungi. Meskipun ikatan ini tidak ikut mengikat perasaan hanya raga dan jiwa. Dan di kebanyakan kasus, perasaan akan mengikuti seiring berjalannya waktu.
Tapi kematian sang calon permaisuri di tangan fana merupakan corengan besar di wajah sang pangeran. Sang pangeran adalah demon terkuat di bumi. Dia tidak berperasaan dan kuat. Dia menguasi 3 dari 5 elemen. Sebuah bakat yang mustahil dimiliki demon yang lain.Dan dia akan menjadi raja tepat di hari pernikahannya dengan Lenata. Tapi sekarang semua mustahil. Karena calon permaisurinya sudah tiada.
Sang pangeran masih tidak mengerti bagaimana bisa seorang demon wanita yang kuat seperti Lenata yang memiliki dua elemen dalam dirinya bisa dikalahkan oleh makhluk fana yang lemah.
Sang Pangeran bersumpah. Dia akan membalas kematian Lenata, calon permaisurinya.
_____LadyAlthea_____
Alex dan Althea sudah selesai bertugas. Sekarang mereka sedang duduk di sofa putih sederhana dalam pondok mereka. Mereka duduk berhadapan. Masih membicarakan perihal amulet yang sekarang sedang berada di tangan Alex.
"Dengar Althea, berhenti jadi pejuang sekarang juga!"
Althea menatap kakanya tajam,"Lebih baik aku mati daripada berhenti menjadi pejuang dan menjadi istri raja itu!"
Alex menggeram tertahan. Bibirnya membentuk garis lurus. Dia meremas amulet itu,"Itu satu satunya jalan Althea! Menjadi istri raja membuatmu mendapat perlindungan dari seluruh penjuru kerajaan. Hidupmu sekarang dalam bahaya! Kamu telah membunuh permaisuri pangeran! Kamu telah membunuh mate pangeran demon!"
Althea berdecak kesal,"Aku tidak peduli jika demon yang aku bunuh itu adalah ibu suri sekalipun! Dia telah membunuh manusia di depanku! Maka aku akan membunuhnya. Jika pangeran itu akan membunuhku, maka aku akan membunuhnya duluan"
Alex menatap adiknya frustasi. Alex benar benar mengkhawatirkan adiknya. Dia tidak mau kehilangan adiknya. Dia telah berjanji di depan pedangnya atas nama kedua orang tuanya bahwa dia akan terus menjaga adiknya.
Dan adiknya telah membunuh calon permaisuri pangeran. Dia paham betul watak pangeran demon dari semua kabar burung yang dia terima. Pangeran demon ini, Dominic Avatair tidak berperasaan, dia adalah satu satunya demon yang menguasai 4 elemen. Dominic terkenal angkuh dan kejam. Dan dengan kematian demon pasangannya di tangan adiknya ini akan membuat Dominic membalas dendam.
Alex menghela nafas berat,"Althea, kamu dan aku bukanlah angel sempurna. Kita tidak memiliki kekuatan absolut para angel. Kita hanya half. Kita setara manusia walau kita memiliki kelebihan. Kamu akan kalah melawan pangeran demon, meski dengan aku yang melindungimu sekalipun."
Althea mendegus. Dia berdiri dan menatap kakanya.
"Aku tidak pernah peduli dengan darah yang mengalir dalam diriku. Aku tidak peduli jika aku adalah angel atau demon atau vampire atau creature sekalipun. Aku adalah manusia. Dan aku akan membunuh setiap makhluk yang mengancamku"
Althea beranjak dan berjalan menuju kamarnya. Sebelum dia membuka pintu dia berbalik.
"Dan Alex, aku akan tetap berjaga malam ini. Tidak perduli kamu suka atau tidak"
_____LadyAlthea_____
Sang Raja tahu apa yang telah terjadi di kerajaannya. Berita mengenai Althea yang membunuh permaisuri Pangeran Demon telah berhembus ke seluruh penjuru kerajaan. Memang bumi manusi hanya mengetahui kalau Lenata adalah permaisuri bukan calon permaisuri.
Raja berfikir keras hari itu. Dia paham betul konsekuen apa yang harus ditanggung kerajaannya. Dominic akan balas dendam. Dia tahu watak pangeran kegelapan itu. Tabiat Dominic yang merupakan keturunan Hades sudah berhembus ke seluruh penjuru dunia.
Raja memang menaruh hati pada Althea. Dia tidak mau kehilangan Althea, tapi dia tetap lebih mencintai rakyatnya. Dia tidak mungkin mengorbankan ribuan warga dan pejuangnya untuk mengatasi kemarahan sang keturunan langsung Hades. Yang hasilnya akan sia sia. Raja benar benar gusar. Akhirnya dia menemukan jalan keluarnya.
Dipanggilnya para tetinggi pejuang istana kecuali ketuanya sendiri. Dia tidak mengikut sertakan Alex pada pertemuan rahasia itu. Karena dia paham betul bahwa Alex pasti akan menolong mati matian adiknya.
_____LadyAlthea_____
Alex mengernyit mendapat perintah baru yang langsung diturunkan Raja. Dia diberi perintah untuk berjaga langsung di dalam istana. Seharusnya malam ini dia dan Althea akan kembali berjagan di perbatasan tembok utara, tapi tadi sore perintah baru turun.
Setelah berpisah dengan Althea di perbatasan kota, Alex berjalan menuju istana. Dia menengadah melihat sang surya yang mulai kembali ke peraduan. Semburat jingga memenuhi langit. Dia kembali menatap jalanan kota. Dia sedikit heran melihat keadaan kota yang tidak seramai biasanya. Bahkan cenderung sepi. Tidak ada anak anak yang bermain di luar rumah seperti biasa, tidak ada para warga desa yang pulang bercocok tanam, semua sepi.
Apa yang terjadi?
Perasaannya mulai tidak enak. Tiba tiba rasa khawatir pada adiknya terasa sangat kental. Dia ingin pergi menyusul adiknya tapi dia tidak bisa mengabaikan permintaan raja langsung. Dia bersyukur karena kontak batin antara adiknya dan dirinya sangat kuat. Selama adiknya tidak memasang perisai, dia bisa tahu bagaimana keadaan sang adik.
Saat sampai gerbang istana, dia kembali mengernyit. Penjagaan istana lebih ketat dari pada hari biasanya. Dia berjalan mendekati salah seorang pejuang senior yang berjaga di pintu gerbang utama,"Kenapa hari ini terasa berbeda dari hari biasanya? Sebenarnya ada apa?"
Si senior meragu. Dia tahu kalau dia tidak boleh membocorkan pertemuan dengan raja tadi. Tapi perasaan iba bercokol di benaknya.
Alex sangat menyayangi adiknya. Alex tentu tidak akan tinggal diam bila dia tahu kalau raja sengaja menaruh Althea di perbatasan utara hanya sendiri. Sang Raja juga memperketat penjagaan istana serta sekeliling rumah penduduk. Dan Alex ditaruh di dalam istana di mana telah diberi sihir sebelumnya agar perasaan Alex dan Althea tidak terkoneksi. Raja mungkin bisa kehilangan Althea tapi Kerajaan Erovah masih membutuhkan Alex apalagi setelah kabar bahwa darah Angel dalam diri Alex kemarin bergejolak hingga kedua sayapnya muncul.
_____LadyAlthea_____
Althea berhenti di posnya yang kemarin. Sebenarnya dia sedikit merasa heran karena malam ini tiba tiba Lucas, Leonidas dan Susan mendapat tugas baru secara mendadak bahkan Alex juga. Hingga dia harus berjaga sendirian.
Dia tersenyum sinis, otak pintarnya langsung memberi asumsi sepertinya Raja mengetahui tentang amulet di lengannya. Raja ingin mengorbankan dirinya untuk menyelamatkan rakyat dan kerajaan. Well, dia tidak terlalu peduli karena dia merasa lebih dari mampu untuk mengalahkan demon itu sendirian. Lagipula, Alex dan dia tetap terkoneksi.
Althea memulai patrolinya. Dia masuk ke dalam hutan dan melihat keadaan. Udara dingin terasa menusuk dan bulan purnama bulat sempurna. Keadaan Hutan cukup sepi dengan banyak pepohonan tinggi menjulang. Setelah patrolinya selesai, dia kembali ke pos dan berdiam diri.
Pikirannya berkelana ke saat sayap kakanya muncul kemarin. Althea memang tidak terlalu peduli dengan darah yang mengalir dalam dirinya. Tapi melihat penampakan kakaknya yang bagitu agung kemarin membuatnya sedikit merasa iri.
Berbeda dengan Althea, Alex sangat mensyukuri darah angel yang mengalir di pembuluh darahnya. Apalagi setelah pertemuannya dengan The Great Angel. Alex terus melatih kekuatan yang tertidur dalam dirinya. Hingga darah angel dalam diri Alex sangat kuat. Itu sebabnya kemampuan Alex jauh di atas para manusia dan hampir mendekati angel.
Althea mulai merasa khawatir juga. Semua angel wajib tinggal di langit. Althea takut jika darah angel pada Alex menguasai kakaknya dan membuat Alex menjadi angel sempurna. Althea takut jika Alex meninggalkannya.
Waktu berlalu begitu lambat bagi Althea. Althea memutuskan untuk berpatroli lebih dalam ke hutan. Dia meninggalkan posnya dan berjalan masuk ke hutan. Lebih dalam dari kebiasaannya berpatroli.
_____LadyAlthea_____
Hutan dalam lebih pekat. Cahaya rembulan sama sekali tidak membantu pencahayaan. Udara yang dingin semakin menusuk tulang. Tapi Althea masih tetap melanjutkan patrolinya. Darah angel dalam nadinya membuat dia memiliki penglihatan yang cukup baik dalam gelap.
Krek
Althea segera berbalik saat dia mendengar suara ranting terinjak. Dan dia bertatapan dengan mata sejernih lautan. Althea terperangkap dalam tatapan itu.
Pria itu benar benar mempesona. Dia adalah makhluk terindah yang pernah dilihat Althea. Kulitnya yang putih pucat sangat kontras dengan keadaan hutan yang gelap. Rambutnya coklat terang ringan bermain dengan angin yang berhembus. Bibir sensual itu membentuk senyuman kecil yang sangat mempesona. Hidungnya mancung sempurna cocok dengan tulang pipinya yang tinggi dan rahangnya yang tegas. Bulu matanya menaungi mata biru itu dengan sempurna.
Pria itu bergerak maju dengan santai. Badannya yang tinggi tegap langsing terbungkus jubah hitam menyapu rerumputan.
Althea entah kenapa tidak bisa menggerakan badannya. Dia masih terpaku pada makhluk rupawan di depannya.
Dia bukan manusia.
Althea membatin. Tapi tidak ada daya baginya untuk bergerak.
Makhluk rupawan itu berhenti setelah dirinya dan Althea hanya sejauh lengan."Kamu memang cantik wahai pejuang", Suara makhluk itu bagaikan melodi yang sangat lembut. Membuai Althea jauh ke dalamnya.
Lengan makhluk itu terulur dan membelai pipi Althea. Althea tersengat merasakan dinginnya tangan itu.
Vampire.
Althea memaki dalam hati. Bagaimana dia bisa jatuh kepada perangkap makhluk terhina yang dia paling benci. Makhluk yang membunuh orang tuanya. Kebencian berkobar dalam diri Althea. Kebencian itu telah memakan hatinya. Membuatnya bisa terlepas dari pesona vampire di depannya. Althea mencabut pedangnya dan menghunuskannya membelah vampire itu,"PERGI KE NERAKA MAKHLUK NISTA!"
Tapi Vampire itu menghilang dan tiba tiba sudah berada di belakang Althea. Vampire itu terkekeh dengan suara merdunya. Dia mendorong punggung Althea dan Althea langsung terlempar ke pohon di depannya dengan keras. Hingga terdengar suara patahan. Althea mengernyit merasakan nyeri di dadanya yang menabrak pohon .Entah kenapa akhir akhir ini di sering sekali menabrak pohon.
Tiba tiba dari tanah di bawahnya terdapat sulur merambat dan mengikat Althea di pohon itu. Althea meronta. Dia menatap vampire di depannya dengan tajam. Tapi, sebuah pertanyaan menggaung di benaknya. Bagaimana bisa kaum vampire memiliki bakat elemen?
"Kamu sangat menawan keturunan Aphrodite. Ternyata benar kata mereka, kamu adalah death angel."
Vampire itu tersenyum memamerkan giginya yang putih bersih sempurna.
Althea mengumpat dalam hati. Makhluk ini benar benar menawan.
"Ah, betapa tidak sopannya aku."
Vampire itu membungkuk memberi hormat ala bangsawan. Kaum vampire atas adalah kaum bangsawan tertua. Dan kelebihan para vampire adalah pesona mereka. Siapapun yang terjebak pada pesona mereka tidak bisa memikirkan hal lain selain wajah vampire itu. Keindahan yang mematikan.
Vampire itu tegap kembali,"Namaku Lucius. Aku adalah pangeran Vampire"
Althea tertegun. Lucius Draco. Tentu Althea pernah mendengar nama itu. Pangeran vampire yang membunuh ayahnya sendiri dan bersekutu dengan demon. Pangeran vampire terkenal sebagai makhluk tertampan yang pernah diciptakan. Pesonanya sangat sulit untuk ditahan. Bahkan menurut rumornya, dulu sang pangeran ini pernah membuat seorang angel wanita jatuh dalam pesonanya. Hingga dia menghisap darah sang angel hingga habis, dan Lucius menjadi vampire terkuat di antara kaumnya yang lain.
"Aku akan membunuhmu seperti aku membunuh kaummu yang lain penghisap darah!"
Lucius kembali terkekeh tidak merasa terhina sama sekali,"Aku menyukai tipe sepertimu sayang. Aku sungguh ingin menjadikanmu milikku. Tapi sayang, Dominic sangat bernafsu untuk membunuhmu"
Althea tertegun. Dia lalu menggeram.
"Aku tidak akan mati oleh makhluk rendahan seperti kalian!"
Tiba tiba dari belakang Lucius keluar sosok lain yang menutupi wajahnya dengan tudung jubah yang dipakainya.
"Kamu terlalu angkuh untuk seorang fana", Sosok itu mengangkat tangan kanannya dan jemarinya bergerak membentuk sebuah pola. Tiba tiba sulur yang mengikat Althea semakin mencengkram erat membuat Althea meringis. Salah satu sulur bahkan naik dan mencekik leher Althea. Althea meringis sedikit tekanan lagi dan dia akan mati kehabisan nafas.
Makhluk itu demon. Althea pernah mendengar kalau kaum demon, vampire dan werewolf bekerja sama tapi dia tidak menyangka kalau kerjasama itu akan sangat erat seperti ini. Mereka bagaikan teman.
"Ayolah Fredrick jangan kasar seperti itu pada makhluk indah sepertinya"
Sesosok serigala hitam berjalan dengan tenang. Taring serigala itu menyeringai menyeramkan. Ukurannya yang besar sangat tidak normal. Serigala itu berjalan dengan anggun dan berbahaya. Sungguh perpaduan yang mematikan. Serigala itu berhenti di sebelah Lucius. Dan tiba tiba berubah menjadi sesosok manusia tampan berkulit kecoklatan dengan rambut hitam pekat yang menjuntai hingga pundak. Mata hazelnya bersinar kelam. Badannya sempurna dengan sixpack yang langsing. Althea memalingkan wajahnya saat dia menyadari sosok itu tidak mengenakan sehelai benangpun.
"Tutupi kemaluanmu Malvoy!"
Werewolf yang dipanggil Malvoy itu terkekeh. Dia memanggil temannya dan seorang pria yang hanya mengenakan celana selutut mendekati Malvoy membawakan celana hitam panjang. Malvoy mengenakan celananya,"Kamu puas sekarang Lucius?"
Lucius mengangguk,"Setidaknya sekarang kamu bisa membuka matamu wahai keturunan Aphrodite"
Althea merasa wajahnya memanas. Dia membuka matanya dan menatap empat sosok pria di depannya.
"Oh ya biar kuperkenalkan mereka. Serigala tidak tahu malu ini Malvoy, dia ketua clan Werewolf dan di sebelahnya Kent asistennya..."
Malvoy mendengus,"Tidak usah memperkenalkan diri kepada manusia yang akan mati Lucius tidak ada gunanya."
Lucius menatap Malvoy tidak terima,"Kita harus tetap sopan pada siapapun Malvoy! Bahkan pada mangsa sekalipun"
"Bisakah kalian diam? Aku ingin pulang, segera panggil Dominic dan bunuh perempuan ini secepatnya",Fredrick melepas tudung jubahnya. Iris hijau pekatnya menatap tajam Althea.
Demon ini kuat. Althea membatin.
Tiba tiba angin berhembus keras. Dari langit turun sesosok pria dengan sayap hitam yang luar biasa indah dan besar. Saat sosok itu menginjak tanah, sayapnya menghilang. Aura kegelapan yang dibawanya membuat Althea sesak. Sosok itu mendongakkan wajahnya dan mata hitam sekelam malam sedingin es menghujam mata Althea.
Dominic.
Althea membatin. Mata hitam sesuai kabar itu benar. Iris hitam yang menandakan banyaknya elemen yang dikuasainya.
Wajah itu benar benar sempurna. Tulang pipi yang tinggi berpadu dengan rahang tegas dan hidung yang mancung sempurna. Bibirnya membentuk garis lurus menahan amarah yang memuncak. Kulitnya putih pucat berbanding terbalik dengan rambutnya yang hitam gelap. Mungkin makhluk lain akan beranggapan Luciuslah pria tertampan yang pernah diciptakan, tapi menurut Althea, pria di depannya inilah yang tertampan.
"Bisa kita membunuhnya sekarang? Aku ingin pulang"
Dominic menggeram.
Dia mengangkat lengannya dan mengangkat satu jarinya. Angin berkumpul dan menghempaskan Fredrick jauh ke pohon belakangnya dengan keras.
Althea tertegun.
Demon ini sangat kuat.
"KALIAN MAKHLUK RENDAHAN! BERANINYA MELAWAN SEORANG WANITA YANG TERIKAT!"
Dominic mengeraskan rahangnya, dia menatap Althea semakin tajam. Dia menggerkan jarinya yang lain dan tiba tiba sulur yang mengikat Althea masuk kembali ke dalam tanah. Althea langsung jatuh menghantam tanah. Dia merasa lututnya nyeri dan kebas. Dia perlahan bangkit dan mengambil pedangnya dan menghunuskannya pada sosok Dominic.
Bibir Dominic terangkat sebelah membentuk senyum miring yang sinis,"Usaha yang sia sia makhluk fana"
Suara Dominic dalam dan serak menggoda. Menggelitik hati Althea.
Dominic berbalik dan berjalan ke belakang hingga sejajar dengan Lucius dan Malvoy.
"Cobalah bertahan dan tidak mati melawan Kent. Mungkin aku akan berbaik hati untuk mempermudah kematianmu"
Althea memasang kuda kudanya. Matanya melirik Kent yang telah berubah menjadi sesosok werewolf besar berwarna abu tua.