PART 12

961 Words

Isabela menatap tangan Mateo yang menggenggam tangannya erat. Langkah kaki mereka yang berbalut sepatu boot dan sepasang sepatu flat yang entah mengapa berwarna senada, serasi menyusuri lantai bandara John F Kennedy, New York. Isabela menelengkan kepalanya. Menengok pada Mateo yang berjalan tenang di sampingnya. Hingga saat ini Isabela masih saja merasa linglung, bahkan setelah perjalanan 14 jam dari Italia ke New York, menuruti apa ucapan Mateo. Mateo ingin berkunjung ke kediaman Jefferson. Satu hal yang terasa mendadak diutarakan Mateo kemarin. Dan inilah yang terjadi. Isabela menghirup udara New York, kota yang kian lama kian memancarkan kegemilangannya sebagai kota para pekerja keras. "Apakah kita tidak perlu menelpon seseorang di rumahmu?" Pertanyaan Mateo membuyarkan lamunan Is

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD