Isabela melirik tanaman chamomile yang tumbuh begitu subur di sepetak tanah di halaman belakang kediaman Inzaghi. Dia menghela napas pelan. Suasana sangat lengang walau kenyataannya, dia sedang duduk dengan dua orang anggota keluarga itu. Ibu Mateo dengan motif rajutan baru yang semakin rumit. Dan Mateo yang menatapnya dengan sesekali senyum tersungging di sudut bibir pria itu. Ah pria itu...tersenyum seakan sekarang menjadi bagian dari dirinya. Walaupun tidak terlalu sering. Mereka, Isabela dan Mateo melakukan gerakan mata dan bibir yang samar. Isabela yang kesal ditatap sedemikian rupa. Dan Mateo yang entah mengapa terus saja menatap Isabela dengan binar matanya yang menggambarkan senyuman. "Kau sudah bisa, Bela?" Isabela tersentak dan mengalihkan tatapan nya pada Ibu Mateo. "Tentu.

