PART 30

1205 Words

Aliran darah yang sama... Darell Bareskovic menyesap minuman dari gelasnya dalam. Lalu dia melayangkan pandangannya ke arah Ayahnya yang berdiri di hadapan jendela dan menatap kejauhan. Gedung-gedung tua kota St. Petersburg yang semarak warna-warni di musim panas, sekarang semuanya tampak seperti membeku karena tertutup salju tipis. "Menurut orang-orang kita, adikmu itu masih berada di hotel dan tak melakukan aktivitas apapun." "Dia bukan adikku, Dad." Sergei menghela napas panjang. "Darah Bareskovic mengalir dalam darahnya." "Dan itu adalah darah Bareskovic yang lain, Dad. Semoga kau tak pernah lupa." Sergei tetap melayangkan pandangannya hingga titik terjauh mata tuanya sanggup menjangkau. Pikirannya melayang seakan di hadapannya sekarang adalah sebuah buku dengan rangkaian perist

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD