“Uncle Rasya!” seru Lavanya riang seraya berlari kecil ke arah Rasya yang baru saja memasuki ruang tamu. Rasya tersenyum kecil melihat Lavanya yang menyambutnya dengan antusias. “Halo, Lavanya cantik,” balasnya seraya memeluk Lavanya. “Tadi Papa bilang Uncle Rasya mau ke sini sore,” ucap Lavanya melepaskan pelukannya seraya menaikkan pandangan untuk menatap ke arah Rasya yang menjulang tinggi di depannya. “Tapi, kenapa Uncle sampai sini malam?” “Iya, tadi niatnya mau ke sini sore. Tapi, ternyata Uncle baru sampai rumah jam setengah enam. Ya udah, ke sini malam sekalian,” ucap Rasya seraya menyerahkan tote bag kepada Lavanya yang berisi oleh-oleh dari mamanya Rasya. “Nih, dari nenek,” lanjutnya. Lavanya tersenyum senang seraya menerima tote bag itu. “Makasih, Uncle,” katanya. “Papa k

