Bab 89

1225 Words

“Shan,” panggil Sarah yang saat ini sudah duduk di kursi yang berada di depan meja Shankara. Shankara bergumam tanpa mengalihkan pandangan dari lembar tugas mahasiswanya yang ada di tangannya. “Shan,” panggil Sarah lagi. “Iya?” balas Shankara singkat masih enggan menatap Sarah. Entah mengapa sejak Sarah jadi pencemburu, yang tentu saja membuat Shankara pusing sendiri, Shankara jadi agak malas untuk sekadar berbicara kepada Sarah. Bukan berarti Shankara sudah tidak lagi menyukai Sarah. Hanya saja, bagi Shankara, Sarah tampak agak berbeda dari Sarah yang ia kenal sebelumnya. “Lihat aku, Shan,” kata Sarah. “Aku sedang ngomong.” Dengan helaan napas dalam Shankara mengangkat kepala, menatap Sarah dengan tatapan bosan. “Iya?” “Kamu kenapa, sih?” tanya Sarah terlihat bingung. “Apa jang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD