Pertemuan dengan Om Hendra

1153 Words

Langit sore itu sedikit mendung, awan abu-abu menggantung rendah seolah mengintip setiap rahasia yang belum terungkap. Mobil Gibran berhenti tepat di depan sebuah rumah sederhana di pinggiran kota, rumah Om Hendra, wali Kyla. Aroma tanah basah setelah gerimis tipis membuat suasana jadi tenang, tapi Kyla bisa merasakan dadanya berdebar lebih kencang. “Lo yakin nggak apa-apa?” tanya Gibran sambil mematikan mesin mobil. Dia menoleh sekilas ke arah Kyla, matanya serius tapi tetap ada kilatan lembut di sana. Kyla menarik napas dalam, mencoba menenangkan jantungnya yang seperti hendak melompat keluar. “Yakin sih… cuma deg-degan aja. Om Hendra itu tipe orang yang banyak nanya. Apalagi ini gue bawa lo.” Gibran mengangguk kecil. “Gue siap. Dia berhak tahu segalanya. Lagian, dia yang selama ini l

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD