"Lo impoten?" Gibran mengerutkan dahinya. Tampak kesal dengan kalimat kurang ajar yang dilontarkan Kyla. "Kadang otak lo emang nggak bener. Heran gue sama cara berpikir lo." Kyla mengedikkan bahunya tidak perduli. Lagi pula bukan salahnya jika dia berpikir seperti itu. Di zaman sekarang mana ada manusia yang tidak jatuh cinta. Jika dia tidak bisa jatuh cinta pasti salah satu alasannya karena ada kelainan. Percakapan mereka terhenti. Kyla kembali menikmati wine yang sudah dituangkan kembali ke gelasnya. Dia amat sangat menikmati makan malam ini. "Lo bisa minum seberapa banyak?" Gibran hanya mengamati tanpa ada keinginan untuk menghentikan. "Nggak tahu. Biasanya gue bakal langsung tidur habis minum. Tapi sayangnya gue selalu bertingkah sembrono kalau habis minum. Makannya gue lebih mi

