“Semalam tidur lo nyenyak nggak?” Kyla masih terpaku melihat penampilan Gibran yang hari ini nampak berbeda. Tidak ada perubahaan yang signifkan, hanya pakaian yang dia kenakan merupakan pakaian iya arumah yang tidak pernah Kyla pikirkan kalau pakaian santai seperti itu juga cocok dengan Gibran. “Eh, iy... iya,” jawab Kyla terbata. “Lo kenapa? Masih hang over?” Kyla menggeleng dengan cengiran tipis di bibirnya. “Gue cuma kaget aja lihat lo yang kelihatan lebih ramah dengan pakaian rumahan.” “Maksud lo?” Langkah Gibran semakin maju dan mendekat, membuat Kyla tergagap karena pemandangan yaang luar biasa dari wajah Gibran terpampang nyata di depan matanya. Dia mengetaui jika Gibran memiliki paras yang amat menawan, hanya saja moment akward itu tidak bisa Kyla hindari semenjak pria itu

